![IMG-20180427-WA0004-520x390](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2018/04/IMG-20180427-WA0004-520x390.jpg?resize=520%2C390&ssl=1)
![](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2018/04/IMG-20180427-WA0004-520x390.jpg?resize=500%2C375&ssl=1)
SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memulai perbaikan sejumlah jalan dan jembatan pada 2018 ini. Perbaikan infrastruktur tersebut ditargetkan bisa selesai sebelum Lebaran mendatang, terutama untuk ruas jalan yang rusak berat.
Hal itu disampaikan seusai menghadiri peresmian pengecoran perdana ruas jalan Tunggul-Winong, Kecamatan Gondang, Jumat (27/4/2018). Ia mengatakan sejumlah proyek perbaikan infrastruktur yang didanai APBD 2018 sudah resmi dimulai setelah melalui proses lelang yang cukup panjang. Setidaknya ada tiga proyek pengecoran jalan yang menjadi tanda dimulainya perbaikan infrastruktur menyeluruh di Sragen.
Ketiga proyek pengecoran jalan tersebut adalah ruas jalan Nglangon-Tangkil (Kecamatan Sragen kota) panjang 2,06 km dengan nilai Rp 4,9 Miliar; ruas jalan Demakan-Kebonromo (Ngrampal) panjang 1,6 km senilai Rp 4,8 miliar; ruas Tunggul-Winong (Gondang) panjang 3,8 km senilai Rp 8,8 miliar. Ketiganya proyek resmi dimulai setelah bupati melakukan peletakan batu pertama.
Yuni mengatakan, perbaikan infrastruktur menyeluruh ini merupakan komitmennya setelah terpilih bupati. Hal ini didasari banyaknya keluhan warga terkait kerusakan jalan di Sragen yang hampir merata.
“Kami menganggarkan dana yang cukup besar hingga lebih dari Rp 300 miliar khusus untuk perbaikan jembatan dan jalan. Target kami dua tahun ini, perbaikan infrastruktur selesai,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen, Marija menyampaikan, pengecoran tiga ruas jalan ini menandai dimulainya program perbaikan infrastruktur menyeluruh di Sragen tahun 2018 ini.
Ia mengklaim setelah itu masih ada 74 ruas jalan lagi yang akan diperbaiki dan saat ini sudah masuk proses lelang.
Marija mengingatkan kepada rekanan pelaksana proyek untuk memenuhi komtmennya menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal. Ditargetkan, proyek ini bisa selesai sebelum Lebaran.
“Kita minta pelaksana proyek untuk lembur siang dan malam, sehingga target sebelum Lebaran harus jadi dan bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Marija menambahkan, masyarakat harus ikut mengawasi pelaksanaan proyek ini. Sehingga kualitas pekerjaan bisa sesuai harapan dan selesai tepat waktu.
“Kami minta warga ikut mengawasi dan kalau ada yang tidak sesuai bisa langsung dilaporkan. Pengawasan dari DPUPR juga akan diperketat agar progresnya sesuai,” tambahnya. Wardoyo