JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Ini Aturan Aneh di 5 Negara, Salah Satunya, Jangan Pakai Kaos Kuning di Sini Kalau Tak Mau Jadi Urusan Polisi

Ilustrasi/Tribunnews

Di planet kita, ada banyak tempat dengan undang-undang aneh. Seperti halnya saat membunyikan peluit di sebuah tempat bisa kena denda.

Juga tentang aturan aneh lain, pemakaian t-shirt kuning bisa membuat kamu ditangkap petugas keamanan.

Nah, aturan-aturan unik tersebut juga bisa dijumpai saat traveling ke negara-negara berikut ini.

1. Burundi – Tidak ada joging pagi

Berlari pagi setiap hari dapat membantu tubuh kamu lebih bugar, namun jangan sesekali lakukan joging saat traveling di Afrika.
Di Burundi, jogging dianggap sebagai pergerakan yang memacu konflik antara kelompok etnis. Itulah sebabnya presiden negara itu secara resmi melarang lari pagi untuk dilakukan.

Baca Juga :  Pria Thailand Ini Punya 120 Istri, dan Uniknya, Semuanya Saling Akur

2. Malaysia.

Di Malaysia lain lagi. Yakni dilarang mengenakan pakaian berwarna kuning.
Pemerintah Malaysia membuat undang-undang tentang larangan memakai kaos kuning.
Di negara selatan ini, warna kuning adalah simbol protes. Setiap orang yang memakai warna ini dapat ditangkap dan dibawa ke tahanan.

3. Barbados

Untuk menghindari konflik dengan polisi setempat di Barbados, orang harus meninggalkan semua hal yang mengandung gaya militer.
Pada dasarnya, pakaian-pakaian bercorak militer sangat dilarang di Barbados, Jamaika, Grenada, Dominika, dan St. Lucia.
Larangan itu meliputi pakaian, tas punggung, dompet, dan semua benda berwarna khaki lainnya.

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya

4. Thailand

Tidak peduli seberapa panasnya di Thailand, namun tak disarankan hanya mengenakan pakaian renang saat mengendarai mobil.
Jika ini tetap dilakukan bersiaplah untuk kena denda.

5. Italia

Di pulau Capri Italia, dilarang memakai sandal jepit atau sandal. Sepatu pantai adalah hal ilegal karena mereka membuat terlalu banyak kebisingan dan mengalihkan perhatian orang lain. # Tribunnews