JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jumlah Pemilih Sragen untuk Pilgub Jateng Ditetapkan 763.367 Jiwa. Pemilih Perempuan Masih Mendominasi, Ini Rinciannya..

Suasana rapat pleno penetapan DPT Pilgub Jateng di KPU Sragen. Foto/Wardoyo
Suasana rapat pleno penetapan DPT Pilgub Jateng di KPU Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Sragen menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub untuk Kabupaten Sragen tercatat 763.367 jiwa. Selain itu,  jumlah TPS untuk pemungutan suara Pilgub Jateng 2018 tercatat sebanyak 1.674 TPS.

Hal itu terungkap saat digelar rapat pleno penetapan DPT di KPU Sragen,  Kamis (19/4/2018). Ketua KPU Sragen,  Ngatmin Abbas menyampaikan untuk Pilgub Jateng di Sragen akan diselengarakan dengan jumlah TPS  sebanyak 1.674m

Kemudian untuk jumlah pemilih Laki-laki sebanyak 377.144 jiwa dan perempuan sebanyam 386.223 jiwa. Sehingga jumlah pemilih secara total yang terekap di DPT mencapai 763.367 jiwa.

Baca Juga :  Viral, Video Pemandangan Miris Ratusan Pelamar Kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran Sragen Berkerumun dan Berdesakan Memasukkan Lamaran. Sebagian Bahkan Sampai Terinjak-Injak Pelamar Lain

Data yang dilansir Polres Sragen,  rapat pleno penetapan DPT dihadiri semua komisioner KPU,  Panwaslu, Dispendukcatpil dan perwakilan Timses dua paslon yang bertarung di Pilgib Jateng.

Dalam sambutannya,  Ngatmin Abbas menyampaikan ada beberapa hal yang perlu ia lontatkan. Diantaranya bahwa proses Pleno sudah dimulai tingkat PPS dan PPK bahwa tidak menutup kemungkinan masih ada masukan baik dari tim kampanye masyarakat maupun panwas di masing-masing tingkatan, mulai dari tingkat PPS, PPK maupun Kabupaten.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Oleh karena itu KPU dalam hal ini dalam menetapkan DPT dan masukkan dari Panwas maka KPU akan melakukan perbaikan dan menyempurnakan Daftar Pemilih Tetap yang akan kita tetapkan pada hari ini.

“Terkait dengan pembacaan rekapitulasi bilamana ada perubahan karena ada masukan dari masyarakat dan panwas maka PPK atau Panwas bisa mengomentari atau memberikan masukkannya, namun apabila sudah sesuai bisa dilanjutkan sampai akhir sehingga rekapitulasi bisa dilaksanakan dengan baik,” paparnya. Wardoyo