JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prihatin Masih Banyak Warga BAB Sembarangan, Kodim Sragen Tergerak Bangun Jamban Untuk Warga Kurang Mampu

Tim Koramil Sukodono Kodim Sragen saat mengerjakan program jambanisasi dalam giat TMMD Sengkuyung I, di Desa Bendo, Sukodono, Selasa (24/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masih banyaknya warga yang buang air besar (BAB) menghadirkan keprihatinan tersendiri bagi Kodim 0725/Sragen. Sebagai wujud kepedulian dan mendukung program bebas BAB Sembarangan, Kodim pun rela menyisipkan kegiatan membantu pembuatan jamban untuk sembilan warga di Desa Bendo,  Sukodono dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Program jambanisasi itu digelar sebagai rangkaian kegiatan di TMMD Sengkuyung I TA 2018 yang dipusatkan di Desa Bendo. Sembilan warga yang disasar jambanisasi itu tersebar di beberapa dukuh dengan kondisi ekonomi dinilai memprihatinkan.

Danramil Sukodono, Kapten Arh Jumadiyono mengungkapkan sembilan warga penerima bantuan program jambanisasi itu ada di Dukuh Nginggil, Sampang,  Cangakan,  dan Mayah,  semuanya di Desa Bendo. Mereka mayoritas bekerja sebagai buruh, petani, dan swasta dengan ekonomi menengah ke bawah.

“Sampai hari ini tadi (Selasa, 24/04/2018) dari 9 jamban yang kami buat, 8 unit sudah selesai 100% dan tinggal 1 unit lagi,” paparnya Selasa (24/4/2018).

Danramil menargetkan sisa satu jamban diharapkan sudah selesai esok hari sehingga tinggal fokus menyiapkan upacara penutupan TMMD Sengkuyung I TA 2018  yang dijadwalkan Kamis (3/5/2018) mendatang.

Baca Juga :  Tragis, Asyik Renang Pakai Batang Pisang, Pelajar Asal Sambungmacan Sragen Mendadak Tenggelam Lalu Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Solo

Menurutnya,  cepatnya pengerjaan jamban itu tak lepas dari sinergitas personelnya dengan warga yang bergotong royong mengerjakan. Hal itu pula yang membuat pekerjaan pengecoran jalan 1,1 KM di program TMMD Bendo bisa selesai jauh sebelum waktunya.

55 Juta Masih BABS 

Sementara, Dandim 0725/Sragen, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo menguraikan program jambanisasi itu sengaja diselipkan sebagai wujud kepedulian dan meningkatkan derajat kesehatan bagi warga yang belum punya jamban. Hal itu juga bagian mendukung program Pemkab yang menargetkan bebas BAB sembarangan.

“Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014, sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan. Mereka pun bisa mandi dan  mencuci pakaian di sungai yang sama. Akibatnya, mereka rentan terkena penyakit diare. Selain diare, balita mudah terserang pneumonia dari pencemaran tinja melalui udara,” jelas Dandim.

Dandim yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika dan Australia itu menjelaskan dampak penyakit yang paling sering terjadi akibat buang air besar sembarangan ke sungai adalah Escherichia coli. Itu merupakan penyakit yang membuat orang terkena diare.

Baca Juga :  Keren, Sragen Borong 5 Penghargaan Top BUMD Award 2020 di Jakarta.  Bupati Pesan BPR BKK Karangmalang dan BPRS Sukowati Lebih Intens Bantu Permodalan UMKM

Kemudian diare juga bisa memicu dehidrasi, lalu karena kondisi tubuh turun maka masuklah penyakit-penyakit lain.

“Riset yang dilakukan UNICEF dan WHO, juga menyatakan lebih dari 370 balita Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BAB sembarangan. Atas dasar itulah,  Kodim Sragen juga berkomitmen membantu masyarakat dengan program Jambanisasi ini. Semoga bisa bermanfaat,” tandasnya.

Selain itu,  program jambanisasi itu juga untuk menekan potensi penyakit yang bisa terdampak oleh perilaki BAB sembarangan. Ssbab data di WHO menurutnya, mencatat 88 persen angka kematian akibat diare disebabkan  kesulitan mengakses air bersih dan keterbatasan sistem sanitasi.

“Hal itu juga diperparah oleh perilaku BAB sembarangan.  Selain penyakit perilaku BAB sembarangan juga memperbesar risiko yang menghambat pertumbuhan fisik anak-anak,” pungkasnya. Wardoyo