loading...


Tangkapan layar komentar netizen soal keberhasilan penangkapan sindikat perampok berpistol di laman Joglosemarnews.com. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Keberhasilan Polres Sragen menangkap sindikat perampok berpistol yang menggasak Rp 275 juta milik juragan beras asal Jekani Mondokan di Plupuh, Sragen, dua hari lalu langsung disambut positif oleh netizen. Tak hanya memuji kinerja Polres dan Kapolres Sragen,  sejumlah netizen yang geregetan juga meminta agar pelaku dihukum mati.

Sindikat perampok berpistol itu diketahui berasal dari Semarang dan Grobogan. Kedua perampok yang dilumpuhkan itu diketahui bernama Kumaidi alias Agus Bondan (38) asal Dukuh Kudu RT 6/5, Desa Kudu, Genuk, Semarang dan rekannya Muhammad Pakhurroji alias Matrozzi (34) asal Dukuh Muhararjo, RT 7/2, Kunduran, Blora, atau alamat lain di Ngaringan, Grobogan.

Baca Juga :  Awas, Ini Deretan Penyakit Mematikan Yang Lagi Ngetren di Sragen. DKK Sebut Pola Makan Jadi Pemicu! 

Kumaidi diketahui merupakan otak dan eksekutor sedangkan Matrozzi sebagai joki atau pengendara yang memboncengkan. Keduanya dibekuk  secara beruntun melalui pengusutan dan undercover hampir tiga bulan. Kumaidi yang menjadi otak perampokan,  sempat ditembak karena berusaha melawan saat ditangkap.

Sejak berita penangkapan keduanya diunggah ke media sosial dua hari lalu,  sudah ribuan pembaca mengikuti dan ratusan komentar disampaikan.

Rata-rata mengapresiasi kinerja Polres dan Kapolres yang untuk kali pertama mampu menguak sebuah perampokan skala besar dengan pelaku dari luar kota.

Foto 2 komplotan perampok berpistol asal Semarang yang dilumpuhkan Polres Sragen. Foto/Wardoyo

Di laman berita Joglosemarnews.com, ada sejumlah pembaca yang menuliskan komentar apresiatif mereka. Seperti akun Jumbady Jaya yang menuliskan komen “itu polisi joss”. Lalu akun M Eko Setiawati juga menulis “Jos,  Pak Arif”.

Ada juga akun Donjuan yang menulis komentar singkat “mantab”. Disusul akun Agus Setyawan yang ikut mengomentari “mantap bapak Kapolres gulung semua penjahat, terutama sragen agar aman. Bravo pak.. “.

Tak hanya netizen, anak korban yang memiliki akun Almira Alma juga menulis komentarnya. Ia meminta pelaku dihukum berat.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Terjadi di Lokasi Tes CPNS di Sragen, Puluhan Orang Panik dan Berhamburan

Komentarnya “hukum mati aja pak tidak usah dikasih ampun. Sy selaku anak yg dirampok tidak terima. Semoga mendapat karma dan imbalan yg setimpal dari Allah. Kalau mau kaya jangan ngerampok dong kerja.. Dasar manusia terkeji di dunia”.

Komentar juga datang dari netizen yang tinggal di luar negeri. Sebuah akun bernama Muhamad Maxum dari Penang Malaysia, menuliskan komen “Alhamdulilah sudah ketemu.  Semoga membusuk di penjara”. Wardoyo

Loading...