loading...


Ilustrasi anak terpaksa belajar pakai lilin akibat listrik padam

SRAGEN- Memasuki bulan ramadhan,  ratusan Kepala Keluarga (KK) di Sragen Timur,  utamanya di Toyogo,  Sambungmacan ke selatan dibuat kelimpungan. Penyebabnya, listrik di wilayah mereka mendadak selalu padam acapkali memasuki waktu buka puasa.

Kemarahan warga makin menjadi lantaran padamnya listrik terjadi hampir tiap hari di waktu yang sama. Insiden lampu padam itu bahkan berlangsung berjam-jam sehingga menggangu ibadah dan aktivitas warga.

“Sudah beberapa hari masuk puasa ini,  hampir tiap mendekati waktu buka puasa,  listrik langsung padam. Nanti baru nyala jam 21.00 WIB malam selesai tarawih. Sangat menyiksa dan menggangu sekali. Ini tadi juga sama,  baru nyala jam 21.00 WIB, ” ujar Faturrohman,  salah satu tokoh masyarakat di Tunjungan,  Toyogo, Sambungmacan, Minggu (20/5/2018) malam.

Menurut warga, kondisi padamnya listrik yang seolah menjadi langganan saat buka dan jam belajar, juga mengacaukan aktivitas belajar anak sekolah. Sebab dengan kondisi gelap-gelapan, anak-anak pelajar kesulitan bisa berkonsentrasi belajar.

Baca Juga :  AKBP Yimmy Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Sragen Gantikan AKBP Arif Budiman. Sejajar Dengan AHY, Berikut Profilnya! 

Padahal, mulai besok (Senin, 21/5/2018) selama sepekan anak-anak SD akan menghadapi ujian sekolah. Senada,  warga lainnya,  Hartono juga mengecam kinerja PLN yang menurutnya seenaknya dalam memberikan pelayanan.

Seringnya listrik padam di jam penting dan berhari-hari itu,  menjadi bukti ketidakmampuan PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat

“Padahal selama ini masyarakat kecil itu sudah manut. Tarif dinaikkan warga juga diam dan manut. Disuruh ganti pulsa dan bayar di depan,  juga manut. Tapi giliran pelayanan,  kok mota-mati terus tiap hari. Jelas kami sebagai masyarakat dan pelanggan,  kecewa berat kinerja PLN yang enggak becus melayani masyarakat. Dulu kalau telat bayar dua hari saja sudah diputus,  giliran sekarang bayar pulsa,  malah kayak gini layanannya, ” ujarnya kesal.

Baca Juga :  Ujian SKB CPNS di GOR Diponegoro Sragen, 7.938 Peserta Berebut 3.932 Formasi di 9 Kabupaten/Kota. Digelar Tanggal 8-14 Desember  

Menurutnya,  warga sudah berulangkali mengadukan hal itu ke petugas PLN agar insiden padam saat malam dihentikan. Namun jawaban dari petugas katanya trafo di wilayah itu terlalu cepat panas sehingga berdampak listrik akhirnya sering padam.

“Kami minta segera dibenahi. Masyarakat jangan hanya dijadikan tumbal kebijakan saja. Sudah susah payah manut terus,  tapi pelayanan nggak memper (sepadan), ” ketus Hartono.

Terpisah,  Manajer Rayon PLN Sragen, Rizky saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan info dari petugas teknik di lapangan,  memang awal puasa banyak sekali kenaikan beban pemakaian di sisi pelanggan. Hal itu yang memicu beban trafo berlebih sehingga overload dan padam.

Padahal, pihaknya sudah mengantisipasi namun karena terlalu banyak Trafo yg Over Load karena pemakaian dan permintaan yang bersamaan. Atas kondisi itu pihaknya juga memohon pengertian dari warga jika kemudian ada insiden listrik harus padam.

Baca Juga :  6 Korban Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Jalur Tol Solo-Ngawi Wilayah Sragen. Berikut Daftarnya! 

“Upaya kami terus menerus akan berusaha menambah kapasitas Trafo yg Over Load namun harus extra sabar karena terlalu banyak permintaan lokasi lain juga. Semoga warga juga ikut membantu kami, ” tandasnya. Wardoyo

 

 

 

Loading...