loading...


Erupsi Gunung Merapi. Dok. BNPB

JOGJA  – Erupsi freatik yang terjadi di Gunung Merapi yang terjadi beberapa kali, meski dinilai belum masuk kategori membahayakan, tetap saja mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY mencatat sedikitnya terdapat sekitar 5 persen wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungannya ke Yogyakarta, karena aktivitas Gunung Merapi.

Baca Juga :  Ini 7 Nama Calon Anggota LPSK yang Lolos di DPR, Salah Satunya Berasal Dari Kalijambe Sragen

Oleh sebab itu, Ketua DPD ASITA DIY, Udhi Sudhiyanto mengatakan, pihaknya meminta pada Kementerian Pariwisata, atau paling tidak Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, untuk mengeluarkan pernyataan, bahwaa Yogyakarta aman dikunjungi.

“Meski tidak ada jaminan, kita butuh statement dari pemerintah. Kita minta pemerintah menyatakan kalau Indonesia, khususnya Yogyakarta aman,” katanya.

Baca Juga :  Beredar Isu Pemred TVOne Karni Ilyas Dipanggil ke Istana Presiden Usai Siarkan Langsung Reuni 212. Ternyata Kabar Hoax.

Udhi mengungkapkan, rata-rata wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungannya ke Yogyakarta berasal dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, hingga Korea Selatan.

Menurutnya, persebaran berita atau video hoax soal erupsi Gunung Merapi, turut mempengaruhi pembatalan itu.

www.tribunnews.com

Loading...