Beranda Umum Nasional Ingin Tutup Facebook di Indonesia, Ketua Komisi I DPR Diancam Wanita Telanjang...

Ingin Tutup Facebook di Indonesia, Ketua Komisi I DPR Diancam Wanita Telanjang dari Purwodadi

Abdul Kharis
Abdul Kharis. Foto JSnews

SOLO-Keinginan Komisi I DPR RI yang bertekad menutup facebook di Indonesia ternyata mendapat tentangan dari sebagian masyarakat Indonesia sendiri.

“Menutup facebook di Indonesia itu tidak sulit. Tapi masalahnya justru ada penolakan dari masyarakat Indonesia sendiri. Padahal jelas, mereka tidak profesional dengan membocorkan jutaan data pribadi milik masyarakat Indonesia,” terang Kharis.

Seperti diketahui Komisi I DPR akan menutup facebook di Indonesia jika perusahaan jasa layanan jejaring sosial itu tidak mau memperbaiki layanannya di tanah air terutama terkait kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi pengguna facebook. Kemudian kejelasan kontribusi pembayaran pajak mengingat keuntungan facebook di Indonesia mencapai ratusan triliun tetapi pajaknya tidak jelas.

Namun keinginan menutup facebook justru muncul penolakan dari sebagian warga. Bahkan rencana penolakan penutupan facebook itu macem-macem bentuknya. Salah satu yang paling dia ingat adalah ketika muncul penolakan dari seorang wanita asal Purwodadi yang akan datang ke Komisi I dengan bertelanjang.

Baca Juga :  Kasus Leptospirosis di DIY Masih Tinggi, Bantul Jadi Penyumbang Terbesar Sepanjang 2025

“Wanita itu mengirim surat ancaman, yakni akan berjalan kaki dari Purwodadi ke Senayan denan bertelanjang tanpa baju sebagai bentuk protes penutupan facebook di Indonesia,” papar Abdul Kharis.

Mendengar ancaman tersebut, Abdul Kharis merasa geli juga. Mungkin wanita itu sudah mendapatkan banyak manfaat juga dari facebook. “Bayangkan, yang protes justru dari rakyat kita juga. Sampai sebegitunya mau telanjang ke Senayan. Bikin geli juga. Ini harus kita sadarkan,” ungkapnya.

Abdul Kharis yakin, jika facebook di Indonesia benar-benar ditutup maka akan menyuburkan potensi developer media sosial dari tanah air. Mereka akan berlomba-lomba membuat media sosial dengan mengangkat kearifan lokal yang berkembang di Indonesia. (marwantoro)

Baca Juga :  Dana Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera Tersendat, dari Total Rp 5,03 T, Baru Tersalurkan Rp 94,84 M

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.