loading...
Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis (kiri) didampingi Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul (kanan) saat buka bersama dengan awak media di Surakarta, Kamis (24/5/2018) malam

SOLO-Komisi I DPR RI bersikeras akan menutup facebook di Indonesia jika penyedia layanan jejaring sosial tersebut tidak menaati ketentuan yang berlaku di tanah air.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan facebook di Indonesia. Di antaranya terkait kontribusi pembayaran pajak dan penyalahgunaan data pribadi pengguna.

“Facebook tidak serius melindungi data pengguna di tanah air. Terbukti bocor dan digunakan untuk kepentingan sepihak. Belum lagi masalah perpajakan yang luput dari sentuhan aparat kita. Jika facebook tidak punya itikad baik, kita perintahkan Kominfo untuk menutup operasionalnya di Indonesia,” ungkap Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI saat berbuka bersama dengan para wartawan di Solo, Kamis (24/5/2018).

Baca Juga :  Makelar Anggaran Bergenyatangan, Menkeu Ingatkan Pemdes Jangan Tertipu

Ditambahkannya, masyarakat di Indonesia tidak perlu khawatir jika facebook kita tutup. “Keuntungan facebook Indonesia itu ratusan triliun per tahun. Tapi pajaknya gak jelas, kontribusinya mana?. Belum lagi soal lemahnya perlindungan data. Komisi I tengah semangat menutup Facebook. Tidak masalah ditutup biar nanti muncul Facebook buatan Indonesia,” katanya.

Komisi I meminta ada audit investigasi terhadap facebook Indonesia. Jika tidak ada perbaikan, maka penutupan facebook hanya tinggal menunggu waktu saja. “Belum lama, saya berkunjung ke Cina, disana Google, Facebook, WA semua diblokir pemerintah. Disana mereka memiliki media sosial sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Yusril: TKN Jokowi-Ma'ruf Perlu Bentuk Tim Hukum Siber

Pihaknya sempat menanyakan keberanian Cina memblokir media sosial tersebut. “Mereka katakan, rakyat Cina sudah bisa mengelola sendiri,” katanya lagi.

Jika dibandingkan dengan Indonesia yang memilki jumlah penduduk 250-300 juta, dan 50 juta diantaranya pengguna media sosial maka sudah cukup untuk bisa menjalankan sendiri. Sehingga, menurut Abdul Kharis tidak perlu khawatir jika Facebook ditutup. “Jika dibiarkan maka kita tidak berdaulat secara internet karena masih tergantung dengan negara lain,” jelasnya.

Masalah data pribadi yang dibocorkan Facebook, menurutnya perlu segera di atasi. Sebagian besar orang menganggap hal tersebut sepele, padahal saat data pribadi tersebut dipakai oleh teroris atau bandar narkoba atau pelaku kejahatan lain, maka hal itu sangat berbahaya. Dia meminta kepada Kominfo berperan melindungi data pribadi pengguna internet di Indonesia.(Marwantoro)


Loading...