loading...
Loading...
Kondisi pikap yang hancur digasak kereta api dalam kecelakaan maut di perlintasan tanpa palang Dukuh Dempul, Gemolong, Sragen, Senin (7/5/2018) siang. Foto/Istimewa

SRAGEN- Kecelakaan maut di perlintasantan tanpa palang pintu terjadi di Dempul,  Gemolong,  Senin (7/5/2018) siang. Dua orang dikabarkan tewas seketika dalam insiden pikap yang digasak kereta api tersebut.

Kabar kecelakaan maut itu langsung ramai di media sosial. Beberapa akun mengunggah foto-foto puing-puing mobil pikap yang hancur digasak kereta. Salah satunya akun Agus Wahyudi di KWS yang mengabarkan barusaja kecelakaan mobil pikap terbelah jadi dua di perlintasan tanpa palang Dempul,  Gemolong.

Kasie Trantib Kalijambe,  Agus Subagyo juga membenarkan kecelakaan maut pikap digasak kereta di Dempul,  Gemolong tersebut. Kecelakaan terjadi antara pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Satpam Galak di RSUD Sragen, DPRD Sragen Desak Dirut Usut Tuntas dan Beri Sanksi Tegas! 

“Dua orang MD (meninggal dunia) di lokasi kejadian. Saat ini masih dilakukan evakuasi, ” paparnya Senin (7/5/2018).

Menurut data yang diterimanya,  salah satu korban diketahui bernama Dhevi Kurnia (31) asal Dukuh Grenjeng RT 11/2, Trosobo,  Sambi,  Boyolali. Hal itu diperkuat dari foto KTP yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara yang satunya belum diketahui identitasnya. Beredar kabar, korban tewas adalah suami istri. Jasad korban langsung dilarikan ke RS Yakssi Gemolong.

Kondisi salah satu korban masih tergeletak di antara puing pikap yang hancur. Foto/istimewa

Kondisi pikap sendiri hancur diduga tertabrak dan terseret. Warga langsung memadati lokasi kecelakaan. Hingga Berit ini diturunkan pihak kepolisian belum bisa dimintai konfirmasi soal kronologi kejadian dan identitas lengkap para korban. Wardoyo

Loading...