loading...


Vera Fitriana,  Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang,  email: [email protected]

Pengambilan keputusan dalam penyelesaian masalah  adalah kemampuan mendasar bagi praktisi kesehatan, khususnya dalam asuhan keperawatan. Hasil dari sebuah keputusan dari penyelesaian masalah tidak hanya berpengaruh pada proses pengelolaan asuhan keperawatan, tetapi penting juga untuk meningkatkan kemampuan merencanakan perubahan.

Sebagai seorang perawat yang berada di tatanan klinis, sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang efektif, baik sebagai pelaksana/staf maupun  sebagai pemimpin.

Salah satu alat kepemimpinan yang efektif bagi seorang manajer perawat adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Suatu masalah, dapat diartikan sebagai situasi di mana individu tidak memiliki respons yang siap dalam tindak tanduk perilakunya. Ia juga diartikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan psikologi, atau suatu kesempatan yang diartikan secara tidak baik untuk perbaikan yang positif dalam suatu situasi.

Setiap individu atau organisasi tidak akan terlepas dari suatu masalah, baik masalah pribadi atau masalah kelompok. Masalah pada dasarnya merupakan penyimpangan atau ketidaksesuaian dari apa yang semestinya terjadi atau tercapai. Kesalahan dalam melakukan identifikasi masalah akan menyebabkan kesalahan dalam penyelesaiannya. Oleh karena itu untuk dapat menyelesaikan masalah perlu dilakukan proses penyelesaian masalah dari mulai mengumpulkan informasi yang terkait dengan gejala dan masalah yang dihadapi, hingga penyelesaian masalah yang mungkin dapat dilakukan dengan menggunakan suatu pendekatan secara rasional, cerdik dan sistematik akan lebih mungkin menghasilkan pemecahan masalah dengan kualitas tinggi bagi masalah yang dihadapinya.

Proses tersebut sering kali dinamakan sebagai proses penyelesaian/pemecahan masalah (problem solving).

Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan bukan merupakan bentuk sinonim. Pemecahan masalah dan proses pengambilan keputusan membutuhkan pemikiran kritis dan analisis yang dapat diaplikasikan dalam praktik. Pengambilan keputusan merupakan upaya pencapaian tujuan dengan menggunakan proses yang sistematis dalam memilih alternatif. Tidak semua pengambilan keputusan dimulai dengan situasi masalah. Harapan dari proses ini yakni sebagai pedoman dalam menyelesaikan sebuah masalah atau problem solving suatu organisasi, mampu memahami aplikasi dalam pengambilan keputusan dalam pelayanan keperawatan serta mampu menerima hasil dari keputusan yang sudah disepakati.

Pemecahan Masalah dan Metode Penyelesaian

Pemecahan masalah adalah suatu proses terencana yang perlu dilaksanakan agar memperoleh penyelesaian tertentu dari sebuah masalah yang mungkin tidak didapat dengan segera (Saad & Ghani, 2008). Pendapat lainnya menyatakan bahwa pemecahan masalah sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan (Polya, 1973).

Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah yakni dengan mengetahui hakekat dari masalah dengan mengenali masalah serta menganalisis masalah yang ada, mengidentifikasi pilihan yang ada, mengidentifikasi solusi terbaik, merencanakan pencapaian solusi terbaik dan mengevaluasi hasil.

Prinsip utama untuk menetapkan suatu masalah adalah mengetahui fakta, kemudian memisahkan fakta tersebut dan melakukan interpretasi data menjadi fakta objektif dan menentukan luasnya masalah tersebut. Manajer membutuhkan kemampuan untuk menetapkan prioritas pemecahan masalah. Umumnya pemecahan masalah selalu menggunakan metoda coba-coba dan salah, eksperimen, dan atau tidak berbuat apa-apa (do nothing). Pembuatan keputusan dapat dipandang sebagai proses yang menjembatani hal yang lalu dan hal yang akan datang pada saat manajer hendak mengadakan suatu perubahan.

Proses Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan merupakan proses yang kompleks yang memerlukan penanganan serius. Menurut (Gibson dkk, 1987) secara umum, proses pengambilan keputusan di antaranya menerapkan tujuan dan sasaran, mengidentifikasi persoalan, mengembangkan alternatif, menentukan alternatif, memilih alternatif, menerapkan keputusan, pengendalian dan evaluasi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan yakni dalam proses pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan, pengambilan keputusan tidak dilakukan secara sembarangan akan tetapi harus berdasarkan pada sistematika tertentu (tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil, kualifikasi tenaga kerja yang tersedi, falsafah yang dianut organisasi, situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi administrasi dan manajemen di dalam organisas), masalah harus diketahui dengan jelas, pemecahan masalah harus didasarkan pada fakta-fakta yang terkumpul dengan sistematis dan keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai alternatif yang telah dianalisa secara matang.

Pengambilan keputusan merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah, di mana pengambilan keputusan merupakan bagian kunci kegiatan manajer. Pembuatan keputusan (decision making) menggambarkan proses bagaimana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektivitas rencana yang disusun. Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital dari manajemen yang baik, karena setiap keputusan yang diambil akan menentukan bagaimana sebuah organisasi dapat mencapai tujuan-tujuannya.

Seorang manajer harus dapat memberikan keputusan terbaik dengan mempertimbangkan hal-hal yang menyangkut perusahaan secara menyeluruh. Dari tahapan pemecahan masalah kemudian pengambilan keputusan pastinya akan memperoleh hasil keputusan, hasil dari keputusan ini harapannya dapat diterima dengan baik oleh bawahan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Menerima Keputusan Atasan

Seorang manajer keperawatan harus mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan dan memikul tanggung jawab atas akibat dari risiko yang timbul sebagai konsekuensi  dari keputusan yang telah diambilnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerima hasil keputusan yakni saling memahami dan menghargai pendapat orang lain, saling memahami apa yang sedang dimusyawarahkan untuk diambil keputusan, kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi, menerima masukan dalam bentuk kritik, usul, maupun saran, tidak memaksakan kehendak dalam mengambil keputusan serta menerima bahwa keputusan yang sudah diambil adalah keputusan yang terbaik dan keputusan yang sudah diambil dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab.

Kesimpulan

Untuk memahami secara keseluruhan pemecahan masalah dalam keperawatan kita harus mengembangkan pikiran secara rasional dan cermat, agar dalam berpikir kita dapat mengidentifikasi dan merumuskan masalah keperawatan sehingga dapat mengambil keputusan dengan tepat dengan harapan dapat memperoleh hasil yang diinginkan. *****

 

Loading...