Beranda Daerah Sragen Pentas Campursari Supranada di Sragen Dapat Pengamanan Ekstra dari Polisi. Kapolsek Turun,...

Pentas Campursari Supranada di Sragen Dapat Pengamanan Ekstra dari Polisi. Kapolsek Turun, Penjoget Dilarang Merokok dan Mabuk

754
BAGIKAN
Kapolsek Sukodono, AKP Bambang Erwadi saat menyelipkan pesan Kamtibmas saat pengamanan pentas campursari Supranada di Sukodono. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Tingginya kerawanan di pesta hajatan dengan hiburan campursari malam hari menjadi atensi tersendiri oleh Polres Sragen. Salah satunya,  orkes campursari Supra Nada asal Kerjo Karanganyar yang selama ini dikenal banyak penggemarnya.

Salah satunya saat pentas campursari Supra Nada di wilayah Mojorejo,  Karanganom, Sukodono,  Rabu (2/5/2018) malam,  tim Polsek dikerahkan untuk melakukan pengamanan di arena hajatan salah satu warga di RT 12 tersebut. Bahkan,  Kapolsek Sukodono AKP Bambang Erwadi langsung turun memimpin langsung tim melakukan pengamanan hingga tengah malam.

Dalam kesempatan itu,  Kades Karanganom, Sudadi sempat menyampaikan kepada warga dan tamu agar saling menghargai empunya hajat dengan menjaga ketertiban selama hiburan berlangsung.

“Yang mau joget silahkan tetapi waktu joget jangan membawa rokok atau rokok di matikan dulu biar tidak mengenai  pejoget yang  lain,” paparnya.

Sementara,  Kapolsek Sukodono AKP Bambang Erwadi mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman mengatakan pengamanan ekstra diberikan karena  campursari Supranada dinilai lebih dari pada campursari yang lain. Dalam kesempatan itu, Kapolsek memberikan himbauan pesan pesan Kamtibmas kepada masyarakat dan tamu undangan.

“Mari kita semua ikut bertanggung jawab dalam keamanan  hiburan campursari ini untuk meriahkan  acara tasyukuran yang punya hajat mantu.  Jangan sampai terjadi keributan dan kesalahpahaman. Sekali lagi saya himbauan yang punya hobi joget silahkan. Jangan ada yang membawa minuman keras atau meminum minum jenis oplosan karena sampai bulan ini sudah tercatat sudah banyak yang meninggal dunia,” papar Kapolsek.

Baca Juga :  Ogah Tanggapi Tudingan Jenderal Kardus dan Mahar Pencapresan, Waketum Gerindra Khawatir Hanya Dimanfaatkan Lawan

Ia juga mengingatkan di era globalisasi teknologi saat ini,  masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi konten berita atau informasi yang beredar di media sosial. Jika ada berita- berita yang tidak bisa di pertanggungjawabkan diminta tidak ditanggapi apalagi dibagikan atau dishare karena bisa berujung pidana. Wardoyo