loading...
Debat terbuka Pilkada Karanganyar. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Meski dua kadernya mencalonkan diri sebagai calon bupati, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, secara kelembagaan menyatakan netral dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Hal tersebut dikatakan ketua PDM Karanganyar, Muhammad Samsuri, usai menghadiri Milad Aiyah ke 104. Menurutnya, meski secara kelembagaan PDM Karanganyar netral aktif, namun setiap anggota memiliki hak suara dalam pemilihan kepala daerah.

“ Secara kelembagaan netral aktif, tapi setiap anggota memiliki hak suara untuk menentukan pilihannya,” kata Samsuri.

Baca Juga :  Pulang Ijtima dari Gowa, 4 Warga Karanganyar Dinyatakan Berstatus ODP, Satu Orang Dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Puluhan Lainnya Diminta Isolasi Mandiri

Dijelaskannya, Muhamamadiyah tidak menargetkan untuk memenangkan pasangan manapun, namun lanjutnya, PDM memberikan pertimbangan kepada kkader Muhammadiyah dalam memilih calon bupati Karanganyar.

“ Kita hanya memberikan pertimbangan kepada warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihannya. Jadi, semua tergantung warga Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan pernyataan anggota DPR RI, Laila Istiana yang secara terang-terangan di hadapan anggota Aisyiah mendukung Juliyatmono sebagai calon bupati Karanganyar, Samsuri menegaskan, pernyataan Laila Istiana tersebut, merupakan pernyataan sebagai pengurus Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca Juga :  Puluhan Pekerja Informal Karanganyar Terpuruk Dampak Wabah Corona Virus, AMPG Langsung Tergerak Salurkan Bantuan Sembako. Ilyas Akbar: Semoga Wabah Covid Cepat Selesai!

“ Saya pikir pernyataan Bu Laila tersebut sah-sah saja. Beliau kan anggota partai yang mendukung pasangan Juliyatmono sebagai calon bupati Karanganyar,” tegasnya. Wardoyo