loading...
Ilustrasi/ Tribunnews

JAKARTA – Presiden Joko Widodo bersyukur lantaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menguat dan meninggalkan Rp 14.000.

Pada Senin kemarin, nilai tukar rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,92 persen di Rp 13.995 per dolar AS.

“Ya, alhamdulillah. Kemarin kita lihat sudah mulai di bawah Rp 14.000,” kata Jokowi di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Menurut Jokowi, ia terus memerintahkan jajaran menteri terkait untuk menyiapkan langkah konkret untuk membantu Bank Indonesia (BI) agar bisa mengendalikan gejolak rupiah.

Baca Juga :  Gelar Pesta Pernikahan Saat Wabah Corona, Kapolsek Kembangan Dimutasi Jabatan

Jokowi berharap kebijakan yang telah diambil oleh BI bisa membuat rupiah stabil dan memberikan ketenangan bagi pasar.

“Kita harapkan dengan kebijakan-kebijakan moneter yang telah diantisipasi dan dilakukan oleh BI, saya kira sangat baik,” kata dia.

Kepala negara juga mengingatkan bahwa depresiasi terhadap dolar AS tidak hanya dialami oleh rupiah. Menurut dia, mata uang negara lain juga mengalami hal yang sama.

Baca Juga :  5 Terduga Teroris yang Ditangkap di Batang Dipastikan dari Jaringan JAD

 

“Ini fenomena global. Semua negara mengalami. Semua negara mengalami,” kata dia. # Tribunnews