JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sejumlah Mako Polisi Jadi Sasaran Teroris, Polres Sragen Langsung Siagakan Puluhan Senjata Api 

Kasat Sabhara Polres Sragen, AKP Agung Ari Purnowo (kiri) memimpin penyiagaan senjata api laras panjang di Mapolres Jumat (18/5/2018). Foto/Wardoyo
Kasat Sabhara Polres Sragen, AKP Agung Ari Purnowo (kiri) memimpin penyiagaan senjata api laras panjang di Mapolres Jumat (18/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Maraknya aksi terorisme yang mengincar tempat ibadah dan markas kepolisian beberapa waktu terakhir, membuat jajaran Polres Sragen terus meningkatkan pengamanan. Selain penjagaan ketat di setiap pintu masuk Mako Polres dan semua Polsek, Polres juga mulai menyiagakan senjata api untuk berjaga-jaga.

Seperti tim Satuan Sabhara Polres yang langsung membersihkan dan membongkar pasang senjata api jenis SS 1 yang dimiliki satuan tersebut. Sejumlah personel terlihat membersihkan senjata dan mempraktekkan bongkar pasang senjata laras panjang tersebut.

Baca Juga :  Covid-19 Meledak di Sunggingan Miri, Total Tambah 10 Kasus Positif dan 1 Suspek Meninggal Hari Ini. Kasus Covid-19 Sragen Tembus 803 Kasus, Sudah 87 Warga Meninggal

“Hari ini kita cek dan kita bersihkan senjata api jenis SS yang ada di satuan kita. Ada 10 senpi dan sekaligus anggota mempraktikkan bongkar pasang agar mereka lebih terampil sehingga sewaktu-waktu digunakan sudah siaga,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui kasat Sabhara AKP AGung Ari Purnowo, Jumat (18/5/2018).

AKP Agung menguraikan meski sudah menjadi kegiatan rutin, pembersihan dan persiapan senjata itu juga tak lepas dari meningkatnya eskalasi yang belakangan terusik oleh ulah aksi terorisme di beberapa daerah.

Baca Juga :  Innalillahi, Korban Tewas Kecelakaan Maut di Sambungmacan Sragen Ternyata Seorang Dosen. Tewas Usai Terjatuh Lalu Digasak Tronton

“Termasuk untuk kesiagaan juga,” ujarnya.

Foto/Wardoyo

Saat ditanya apakah khawatir juga dengan rentetan serangan teroris yang mengincar polisi serta markas polisi, Kasat Sabhara dengan tegas menyampaikan tak ada sedikit pun rasa gentar. Menurutnya sebagai anggota polisi, sejak mendaftar dirinya sudah memahami dan harus siap dengan segala risiko maupun konsekuensinya.

“Apapun yang terjadi, kita siap,” tandasnya. Wardoyo