loading...

Tribunnews

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad kembali membuat gebrakan di awal pemerintahannya.

Pria 92 tahun ini mengumumkan pemangkasan gaji sebesar 10 persen kepada seluruh menteri dalam upaya mengurangi utang negara yang mencapai 1 triliun ringgit.

Bahkan, rakyat Malaysia melakukan penggalangan donasi untuk membantu pemerintahan Mahathir membayar utang negara.

Dilansir The Star Jumat (25/4/2018), aksi penggalangan dana Please Help Malaysia diprakarsai oleh aktivis HAM Nik Shazarina Bakti. Dia mengampanyekan aksi tersebut melalui media sosial dan situs Go Get Funding.

Dalam laman situs itu, Nik meminta warga Malaysia dan seluruh dunia untuk berkontribusi meringankan utang 1 triliun ringgit, atau Rp 3.500 triliun.

Perempuan 27 tahun tersebut bercerita bagaimana warga Malaysia di masa perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman, bersatu mengumpulkan dana bagi Malaysia.

Loading...

Mereka dengan rela menyerahkan perhiasan, uang, dan barang berharga kepada Abdul sehingga bisa pergi ke London, Inggris, dan memperoleh kemerdekaan.

“Kita bisa berkata kepada anak maupun cucu kita bahwa kita semua berinisiatif untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia,” kata Nik.

Kampanye dengan nama Please Help Malaysia telah memperoleh 3.633 Dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 51,3 juta. Hingga penutupan pada 21 Juli mendatang, kampanye tersebut menargetkan bisa mendapat donasi 100.000 dolar AS, atau setara Rp 1,4 miliar.

Nik dalam laman itu menyatakan, setelah penutupan, seluruh hasil donasi bakal diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

“Saya tahu bahwa saya adalah orang asing. Namun, percaya lah, saya tidak akan mengantongi sepeser pun donasi ini,” tegasnya.

Inisiatifnya menuai pujian dari salah satu netizen bernama Marina.

“Saya bangga dengan Nik. Jika Anda ingin membantu sekecil apapun, lakukan lah,” tuturnya.

Melihat respons dari penggalangan dana itu, putri Mahathir Mohamad, Marina Mahathir mengapresiasi dan ikut mendukung Shazarina. Menurutnya aksi itu menunjukkan betapa warga Malaysia begitu mencintai negara mereka.

“Saya tahu banyak orang ingin membantu dengan utang besar kami. Ini menunjukkan betapa banyak orang Malaysia mencintai negaranya,” tulisnya dalam postingan di Facebook.

“Tetapi anak muda ini telah berinisiatif mengambil langkah dengan penggalangan dana untuk membantu Malaysia. Saya kebetulan mengenalnya (Shazarina) dan sangat bangga kepadanya. Jika Anda bisa membantu, lakukanlah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Mahathir dalam pernyataan di depan staf kantor perdana menteri berkata, dia menemukan kondisi keuangan Malaysia tidak dipelihara dengan baik.

“Sehingga kita mengalami masalah utang mencapai 1 triliun ringgit. Kita belum pernah menghadapi masalah ini sebelumnya,” katanya.

PM berusia 92 tahun itu berujar, dulu Malaysia tidak pernah mempunyai utang lebih dari 300 miliar ringgit.

“Tetapi kini mencapai 1 triliun ringgit,” bebernya.

Sebelumnya Mahathir juga telah mengeluarkan kebijakan memangkas 10 persen gaji dari masing-masing menteri. Selain mengurangi utang, pemangkasan gaji juga bertujuan untuk mengurangi pembelanjaan pemerintah.

Seorang anggota parlemen Malaysia yang mewakili wilayah Teluk Intan, Nga Kor Ming, mendonasikan gaji pertamanya ke Kementerian Keuangan. Ini untuk membantu pelunasan utang negara yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Seperti dilansir media Malaysia, Malay Mail, gaji bulan pertama Nga sebagai anggota parlemen Malaysia yang disumbangkan berjumlah 16 ribu ringgit atau Rp 56,4 juta.

Nga adalah anggota parlemen dari Partai Tindakan Demokratik atau DAP, yang merupakan anggota koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin PM Mahathir Mohamad.

“Beberapa hari lalu, negara ini dibuat terkejut setelah Kementerian Keuangan merilis pernyataan soal utang nasional yang telah mencapai 1,08 triliun ringgit (Rp 3.837 triliun),” ucap Nga kepada wartawan di markas DAP.

“Pemerintahan baru Pakatan Harapan diwarisi beban berat untuk melunasi utang ini. Jadi, sebagai bagian saya dalam membantu negara, saya mendonasikan gaji bulan pertama saya sebagai bentuk solidaritas dan patroitisme,” terang Nga.

Diungkapkan Nga bahwa dirinya memutuskan untuk mendonasikan gajinya karena dia meyakini pemerintahan yang baru di bawah PM Mahathir akan menggunakan uang ini untuk tujuan baik.

“Untuk melunasi (utang) uang sebesar itu tidak akan mudah, karena setiap warga, termasuk bayi yang baru lahir dan orang-orang penyandang disabilitas, harus menanggung 32 ribu ringgit (Rp 112,9 juta). Ini karena pencucian uang dan pengelolaan yang buruk oleh pemerintahan sebelumnya,” imbuhnya.

Selain Nga, beberapa anggota parlemen Malaysia lainnya juga mendonasikan gaji ke Kementerian Keuangan. Anggota parlemen wilayah Batu Gajah, V Sivakumar dan anggota parlemen wilayah Ipoh Timur, Wong Kah Woh, berjanji akan mendonasikan separuh dari gaji bulan pertama mereka, sekitar 8 ribu ringgit (Rp 28,2 juta), untuk membantu melunasi utang negara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, mengungkapkan bahwa utang dan kewajiban pemerintah federal Malaysia total mencapai angka 1,087 triliun ringgit atau setara Rp 3.837 triliun. Jumlah itu mencapai sekitar 80,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia per 31 Desember 2017.

Ini di Malaysia. Mungkinkah penggalangan dana semacam ini untuk menutup utang negara bisa dilakukan di Indonesia?  # Tribunnews

Loading...