JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Mangkir Panggilan, Mic dan Lampu Ruang DPRD Mendadak Padam. Agenda Rapat Soal Perbup Larangan Bantuan Dewan Dibatalkan

Ilustrasi sidang paripurna DPRD dengan banyak kursi yang kosong karena legislator tak hadir. Foto/Wardoyo
Ilustrasi sidang paripurna DPRD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Rencana DPRD Sragen untuk menggelar rapat dengan tim eksekutif untuk membahas soal Peraturan Bupati (Perbup) larangan bantuan DPRD ke karang taruna dan masyarakat, Senin (4/6/2018) berakhir berantakan. Rapat terpaksa dibatalkan menyusul ketidakhadiran bupati dan kendala teknis yang mendadak terjadi saat rapat hendak dibuka.

Agenda rapat menyoal Perbup kontroversial itu sedianya digelar pukul 09.00 WIB di ruang serbaguna DPRD Sragen. Rapat dihadiri oleh semua unsur pimpinan DPRD,  Fraksi dan komisi.  Dari eksekutif,  hadir tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dipimpin Sekda Tatag Prabawanto,  Kepala BPPKAD Dwiyanto,  Kabag Hukum, Kepala Bappeda Tugiyono,  dan tiga Asisten Setda.

Baca Juga :  Lagi Viral, Ini Tampang Polisi Bripda S yang Tega Renggut Kegadisan Pacarnya Hingga Hamil Lalu Dipukuli

Namun bupati yang dijadikan target utama pemanggilan,  justru tidak hadir. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Anggoro Sutrisno dan Bambang Widjo Purwanto itu sempat dibuka pukul 09.00 WIB.

Namun saat hendak dilanjutkan,  mendadak listrik di DPRD padam. Lampu dan mikrofon serta AC di ruangan rapat juga mendadak tak berfungsi. Meski demikian,  rapat sempat bertahan dengan harapan menunggu listrik menyala dan bupati bisa hadir.

Akan tetapi hingga tiga jam bertahan,  ternyata bupati tak kunjung datang. Listrik juga tetap padam dan peralatan genset pun juga mendadak tak bisa digunakan.

“Tadi memang dari DPRD ingin rapat koordinasi tentang Perbup yang melarang BKK (bantuan keuangan khusus) DPRD ke masyarakat. Undangannya memanggil bupati dan TAPD tapi sampai pukul 12.00 WIB,  bupati tidak hadir. Hanya Sekda dan Tim TAPD saja yang datang, ” papar Bambang,  seusai rapat.

Baca Juga :  Awas, Ratusan Kasus AIDS Sragen Masih Tersembunyi. Bupati Sebut Data Pusat 1883, Baru Ketemu 1.720

Menurutnya,  karena listrik padam dan bupati juga tidak datang,  akhirnya rapat ditutup dan ditunda besok pagi. Ia memandang kehadiran bupati memang mutlak diperlukan karena akan dimintai pertanggungjawaban dan penjelasan soal munculnya Perbup yang mengganjal bantuan BKK dan sarpras DPRD untuk masyarakat di APBD 2018 ini.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com