JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Jangan Sepelekan Muntah, Bisa Jadi Itu Pertanda Penyakit Berat

Ilustrasi/Tribunnews

Tidak hanya bayi dan anak, orang dewasa pun kerap muntah. Memang muntah bukan sebuah penyakit. Juga bukan sebuah simstoms yang harus ditakuti. Muntah adalah reaksi tubuh normal, yang bertujuan untuk melindungi tubuh.

Misalnya, jika kita keracunan, kita akan muntah. Maka dari itu, walau bukan hal yang berbahaya, akan tetapi muntah tak bisa disepelekan, tapi harus tetap perlu mendapat perhatian serius.

Sebab muntah bisa saja gejala atau tanda kita terkena penyakit berat.

Infeksi Tenggorokan

Saat radang tenggorokan, umumnya amandel (tonsil) ikut membesar. Anak jadi sulit menelan serta bisa pula menimbulkan refleks muntah.

Infeksi pada Saluran Cerna

Saat terjadi infeksi kuman di saluran pencernaan yang menimbulkan banyak gas sebagai hasil metabolisme kuman dalam usus, akibatnya anak sering bersendawa, buang angin, dan terangsang untuk muntah.

Mabuk Perjalanan

Gejalanya, anak merasa pusing, sakit kepala, mual-mual, hingga muntah. Bila sampai muntah, umumnya anak bisa kembali pulih dengan rentang waktu tak lebih dari 3 jam. Bila hebat dengan muntah berulang, waktu pemulihannya bisa lebih dari 6 jam.

Baca Juga :  Covid-19 Masih Merajalela di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat, Ini Saran Ahli Farmasi

Masalah Psikologis

Muntah merupakan akibat dari reaksi kecemasan. Biasanya terjadi pada saat-saat tertentu, semisal waktu mau berangkat sekolah atau pergi ke tempat yang tak disukai. Bila terjadi saat anak makan, lebih karena pola pemberian makanannya yang menimbulkan perasaan tak nyaman.

Contohnya bila orang tua tiap kali memaksa anak menghabiskan makanannya. Saat si kecil atau anggota keluarga muntah, ini yang baiknya harus dilakukan:

  • Usahakan Agar Muntah Dikeluarkan

Posisi tubuh diatur membungkuk agar muntah keluar dengan mudah. Jangan sampai karena berusaha menahan muntah, malah berakibat muntahannya masuk ke saluran pernapasan. Masalahnya akan lebih berat.

  • Selesai muntah, bersihkan rongga mulut dari sisa muntahan, misalnya dengan kumur-kumur, lalu minum air putih secukupnya. Bila jalan napasnya tersumbat sisa muntahan, bersihkan dengan cara mengisap hidungnya.

Jika muntah sering terjadi, telusuri lebih jauh apa penyebabnya dan upayakan cara mengatasi serta mencegahnya.

Bagaimana pun, muntah bisa merupakan petunjuk adanya masalah pencernaan yang serius. Selain itu, asam yang ada dalam muntahan, memberi dampak iritatif pada esofagus. Konsultasikan ke dokter jika masalah tak tertangani.

Baca Juga :  Kelebihan Lemak di Perut Bisa Jadi Indikator Kuat Berbagai Penyakit

Pada muntah karena mabuk perjalanan:

  • Setelah dibersihkan dari bekas muntahan, baringkan Si Kecil dalam posisi miring ke kiri atau ke kanan.
  • Jika anak memakai ikat pinggang, lepaskan supaya ia bisa bernapas lega.
  • Buka jendela mobil dan matikan AC supaya udara segar bisa masuk.
  • Gosok badan si kecil dengan minyak hangat.
  • Berikan bau-bauan seperti cologne agar bisa menghilangkan bau-bauan yang merangsang muntah seperti bau keringat atau bau bensin.

Segera bawa si kecil ke dokter bila ditemukan tanda-tanda berikut ini!

 

  • Bila disertai perut yang semakin kembung dari waktu ke waktu.
  • Bila dalam muntahan didapatkan warna kehijau-hijauan dari warna empedu atau warna merah dari darah.
  • Bila sifat muntahnya menyemprot (proyektil) seperti air mancur.
  • Bila disertai demam, rasa sakit pada perut, atau penurunan kesadaran.
  • Bila anak sudah dehidrasi akibat muntah terus-menerus.

    www.tribunnews.com