JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tarif Retribusi Sampah di Semarang Bakal Dinaikkan Mulai 1 Juli, Ini Besarannya

Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bakal menaikan tarif retribusi sampah atau pelayanan kebersihan pada 2018 ini. Kenaikan tarif tersebut berlaku efektif mulai 1 Juli mendatang.

Kepala DLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, kenaikan tarif tersebut merupakan penyesuaian berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 18 Tahun 2018 tentang retribusi sampah.

“Adanya Perwal itu, maka kami melakukan penyesuaian tarif. Keputusuan penyesuaian tarif ini berlaku Juli 2018 dengan pelayanan Juni 2018,” kata Gunawan, Jumat (22/6/2018).

Ia memaparkan, kenaikan tarif retribusi yang akan diberlakukan untuk golongan rumah tangga dengan kelas jalan I-V, naik Rp 3.000 -Rp 12.000 per meter kubik.

Baca Juga :  Ganjar Minta Kepala Daerah Tingkatkan Testing Covid-19

Kemudian, tarif pengangkutan pembuangan sampah langsung ke tempat pembuangan akhir yang sebelumnya Rp 7.500 per meter kubik akan menjadi Rp 12.000 per meter kubik.

Menurut Gunawan, meski ada kenaikan, Pemkot Semarang juga memberikan subsidi. Jika tidak dapat subsidi, tarif pengangkutan sampah paling rendah sekitar Rp 15.000 per meter kubik. Subsidi diambilkan dari anggaran pengelolaan sampah di Kota Semarang sekitar Rp 83 miliar.

“Untuk tarif retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan masih terbilang kecil dibandingkan kota metropolitan lainnya seperti Surabaya dan Jakarta. Apalagi selama enam tahun, tarif retribusi sampah tidak pernah mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Agus Junaidi menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelumnya terkait penyesuaian tarif tersebut.

Baca Juga :  Bantu Tangkap Begal, Warga Desa Pasir Langsung Diundang Kapolres. Kapolres Apresiasi Warga Tak Main Hakim Sendiri

Di samping itu, pihaknya juga telah berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan penggantian kontainer pengangkut sampah.

”Kami juga membeton jalur akses TPA Jatibarang dan membuat tempat cuci truk khusus di area tersebut. Kami juga melakukan penghijauan di area TP untuk mengurangi polusi di pemukiman,” tambahnya.

Untuk penambahan kontainer, katanya, selama 2017- 2018 ini, sudah ada sekitar 250 kontainer pengangkut sampah yang kami ganti dengan yang baru. Dengan cara tersebut, diharapkan bisa memperpanjang usia armada dan meminimalisir bau maupun sampah berceceran di jalan.  

www.tribunnews.com