JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

500 Kg Telur Ludes Dalam 3 Jam di  Hari Pertama  Operasi Pasar

Triawati
Triawati

SOLO– Sebanyak 500 kilogram telur ayam ras yang dijajakan di Operasi Pasar (OP) di Pasar Gede, Jumat (20/7/2018), ludes dalam waktu sekitar tiga jam. Telur-telur tersebut dijual dengan harga Rp 20.500/ kilogram.

OP yang diadakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, Jawa Tengah tersebut digelar untuk menekan harga telur ayam ras yang tengah melambung tinggi. Selain di Pasar Gede, OP Telur juga dilakukan di Pasar Legi.

“Pelaksanaan pasar murah ini berawal dari acara `Ngobrol Bersama Antarpemerintah Kota Surakarta`, tujuannya untuk menstabilkan harga komoditas telur agar inflasi dapat terkendali dengan baik. OP ini dilakukan untuk membantu masyarakat agar memperoleh telur dengan harga yang layak. Jika di pasaran harga telur mencapai Rp26.000/kg, pada pasar murah tersebut telur dijual dengan harga Rp20.500/kg,” urai Asisten Pengembangan Perekonomian Kota Surakarta Triyana.

Baca Juga :  Rilis Single Perdana, Saka Unjuk Gigi Dengan "Gelang Putih"
Triawati

Triyana menambahkan, OP atau Pasar Murah Telur dilaksanakan dari tanggal 20-26 Juli. Telur yang dijual diambilkan dari peternak.

“Untuk mengendalikan pembelian dari masyarakat, pada kesempatan tersebut satu konsumen hanya boleh membeli maksimal 2 kg telur,” imbuh Triyana.

Sementara itu, Sekretaris II TPID Kota Surakarta, Taufik Amrozy mengatakan dari pantauan yang dilakukan memang harga komoditas telur terus merangkak naik.

“Padahal biasanya pascalebaran turun. Oleh karena itu, TPID harus melakukan langkah yang diperlukan, salah satunya secara intensif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Harapannya dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut pergerakan harga tidak berlanjut stabil tinggi,” paparnya.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, 27 Orang Termasuk Anggota PSHT Dipulangkan, Motor Tetap Ditahan

Di sisi lain, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, selama ini dampak dari pasar murah bersifat sporadis. Oleh karena itu, agar dampaknya lebih terjaga maka nantinya setiap pasar akan disediakan kios khusus untuk menjual telur dengan harga kandang.

“Kami juga mengajak pengusaha atau peternak untuk mengisi kios-kios ini. Nanti pemerintah juga harus memberikan imbalan kepada pengusaha, salah satu dalam bentuk kemudahan perizinan,” tukasnya. Triawati PP