loading...
Loading...
Ilustrasi/Tempo.co

JAKARTA – Beberapa hari ini harga daging ayam menjadi keluhan masyarakat lantaran harganya yang cukup tinggi. Namun terhadap keluhan tersebut, Kementerian Pertanian menjanjikan harga ayam turun menjadi Rp 32.000per kilogram dalam dua hari ke depan.

Harga tersebut adalah harga acuan penjualan. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, sejak beberapa hari lalu, Kementan telah melakukan operasi pasar di 43 cabang PD Pasar Jaya. “Biasanya dua hari kelar,” ujar Agung di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (29/7/2018).

Dia yakin harga daging ayam segera turun tak lama lagi. Sebab dalam operasi pasar kemarin pun stok ayam yang digelontorkan tidak habis dibeli masyarakat. Sebanyak 3 ton daging tak laku diborong masyarakat.

Baca Juga :  Viral Video 2 Pemuda Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Tendang Pemotor yang Nekat Menerobos, Netizen Dukung Aksi Mereka

Agung mengatakan upaya yang terus dilakukan Kementan antara lain menggencarkan operasi pasar. Mereka menggandeng para produsen besar untuk juga melakukan operasi pasar.

“Mereka meningkatkan volume dalam direct selling-nya. Mereka kan punya outlet-outlet, contohnya salah satu produsen, tapi saya enggak mau sebutkan, totalnya kira kira ada 700 titik diseluruh indonesia,” ujar Agung. Beberapa produsen berpartisipasi melakukan ekspor dengan berat total 40 ton atau 40 ribu ekor ayam.

Baca Juga :  BPN Masih Tetap Klaim Prabowo Unggul 54,24 Persen

Agung menyebut permasalahan bukan berada di produksi melainkan distribusi. Sebab, ia melihat adanya disparitas yang begitu lebar antara harga di produsen dan harga di eceran. “Daging ayam di produsen itu berkisar Rp 24-25 ribu per kilogram, kemudian dikonsumen Rp 48 ribu per kilogram. Itu enggak wajar,” kata Agung.

Berdasarkan pantauan Tempo di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu sore, 25 Juli 2018, harga ayam masih bertahan di harga Rp 42 ribu per ekornya. “Harganya belum turun sejak lebaran. Sampai sekarang ya sekitar Rp 40 ribuan ke atas. Dari agennya segitu sih,” kata Foni, penjual ayam di Pasar Kebayoran Lama.

Baca Juga :  Sandiaga Tolak Boikot Pajak dan Ingin Tax Ratio Naik, Seruan Poyuono Tak Mempan

www.tempo.co

Loading...