loading...
Loading...
Presiden RI, Joko Widodo didampingi Ustadz Sukina saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes MTA di Mojogedang, Karanganyar, Minggu (15/7/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren(Ponpes) MTA di Dusun Tunggul Sari, Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar, Minggu (15/7/2018). Acara tersebut dihadiri lebih dari 10.000 jamaah perwakilan warga Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) dari berbagai daerah.

Presiden tiba di lokasi pukul 09.00 WIB didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina menyampaikan, Ponpes MTA akan dibangun diatas lahan seluas kuranglebih 10 hektare. Proses pembangunan dilakukan bertahap. Pada tahap pertama prioritas pembangunan meliputi fasilitas utama ponpes yakni masjid, asrama dan sekolah.

Baca Juga :  Uang Palsu Marak Jelang Pemilu, Kapolres Karanganyar Imbau Warga Selalu Waspada 

Ketiganya ditargetkan rampung selama delapan bulan. Pembangnan ponpes MTA menggunakan dana dari warga MTA, simpatisan dan penyandang dana yang tidak terikat.

“Proses pembangunan ditargetkan selesai delapan bulan kedepan. Harapannya pada tahun pelajaran 2019/2020 siap menerima santri angkatan pertama. Untuk angkatan pertama kita terima maksimal 100 santri putra, mereka ditempatkan di tiga kelas,” katanya.

Ponpes MTA akan menerapkan sistem Kuliyatul Mu’alimin Al Islamiyyah (KMI) atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan masa pendidikan selama enam tahun. Didalamnya diberikan materi pendidikan umum dan diniyah. Ponpes MTA juga memiliki program khusus menghafal Al Qur’an (tahfidz). Saat ini sumber daya manusia (SDM) untuk tenaga pengajar di ponpes telah siap. Mereka adalah warga MTA lulusan berbagai ponpes.

Baca Juga :  Begini Reaksi Jokowi Saat Seorang Santri Maju Membawa Tulisan 'Jangan Lupa Bahagia' dan 'Ojo Nesu'

“Dengan didirikannya ponpes MTA ini diharapkan regenerasi dakwah Islam khususnya Majlis Tafsir Al Quran dapat berjalan dengan baik. Karena dakwah ini tidak boleh putus, harus sambung menyambung. Ini juga sebagai wujud kontribusi positif dari MTA untuk bangsa dan negara dalam bidang pembangunan mental dan moral masyarakat,” terang Ustadz Sukina. Wardoyo

Baca Juga :  Cerita Horor Kubangan Banyubiru Karanganyar Yang Banyak Makan Korban. Dari Tewaskan Nenek Hingga 3 Bocah SD

 


Loading...