JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus AIDS Terbanyak Kedua di Sragen, Puluhan Warga Puro Karangmalang Mendadak Dites HIV/AIDS 

Ilustrasi tes VCT HIV/AIDS. Foto/Wardoyo
Salah satu warga Puro, Karangmalang saat mengikuti tes VCT HIV/AIDS, Jumat (27/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Puluhan warga Desa Puro, Kecamatan Karangmalang mendadak dites HIV/AIDS oleh petugas, Jumat (27/7/2018). Pengecekan itu dilakukan oleh petugas dinas kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sragen bersamaan dengan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang dipusatkan di pemancingan gondrong, Katukan, Puro.

Puluhan warga dari berbagai dukuh tampak hadir dan secara sukarela mengikuti tes VCT oleh petugas. Selain itu, juga digelar sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS, pencegahan dan risiko penularannya.

Pengelola Program dari KPA Sragen, Wahyudi mengungkapkan tes dan sosialisasi itu digelar dalam rangka deteksi dini terhadap HIV/AIDS ke masyarakat.

Baca Juga :  Duh Gusti, Meledak Lagi Tambah 19 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 452. Kontak Erat Tercatat 644 Orang, Sudah 59 Warga Meninggal Dunia

“Ini yang pertama di tahun 2018. Kenapa kita pilih Puro,  Karangmalang karena Karangmalang sejauh ini menjadi kecamatan dengan kasus penderita AIDS tertinggi kedua di Sragen. Sehingga dengan tes dan sosialisasi setidaknya bisa menjadi screening untuk masyarakat, ” ujarnya.

Wahyudi menguraikan sosialisasi dan tes pagi itu diikuti oleh warga satu Desa Puro. Ia berharap dengan kegiatan itu setidaknya bisa mengedukasi masyarakat untuk mengecek status kesehatannya serta memastikan kondisinya.

Baca Juga :  Astagfirullah, Meledak Lagi Kasus Covid-19 Sragen Tambah 42 Positif Hari Ini. Total Kasus Melesat Capai 410, 58 Meninggal Dunia

“Harapanya tentu tidak ada lagi temuan baru. Karena Karangmalang ini sudah tertinggi kedua kasus AIDS dari semua kecamatan, ” terangnya.

Tes VCT itu digelar secara gratis. Namun bagi masyarakat yang belum hadir,  bisa melakukan tes VCT di Puskesmas.

“Kalau di Puskesmas mungkin ada biayanya karena sudah ada Perda Retribusi. Kalau enggak salah cuma Rp 5.000,” tegasnya.

Sementara terkait hasil pengecekan warga di Puro itu, hasilnya masih menunggu. Wardoyo