Beranda Daerah Sragen Oknum Kades di Sragen yang Diduga Selingkuhi Warganya Dihadirkan di Hadapan Karang...

Oknum Kades di Sragen yang Diduga Selingkuhi Warganya Dihadirkan di Hadapan Karang Taruna dan Ketua RT. Begini Endingnya..

2311
BAGIKAN

Ilustrasi selingkuh

SRAGEN- Oknum Kades di Kecamatan Gemolong berinisial NG (48) yang dikabarkan digerebek warga karena diduga selingkuh dengan warganya, dihadirkan di kecamatan Senin (2/7/2018) siang. Sang Kades dipertemukan dengan tokoh Karang Taruna Dukuh Bogorame, Desa Purworejo dengan Ketua RT serta beberapa tokoh masyarakat di dukuh tersebut.

Di hadapan karang taruna dan tokoh RT, oknum Kades tersebut tetap berkilah dan membantah tuduhan selingkuh dengan wanita berumahtangga di Dukuh Bogorame.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen,  Tatag Prabawanto Senin (2/7/2018) petang. Saat dihubungi wartawan, Sekda mengatakan sudah menerima laporan dari Camat Gemolong, yang memimpin klarifikasi dan mediasi.

Dalam mediasi itu, Kades NG memberikan klarifikasi di hadapan warga. Ia tetap bersikukuh membantah tuduhan selingkuh dengan wanita warganya yang sering ditinggal suaminya merantau di luar Jawa tersebut.

“Dari mediasi itu, tadi disampaikan kalau pihak karang taruna dan Ketua RT bisa menerima penjelasan dari Kades. Karena sudah menerima, akhirnya kasus itu dianggap sudah selesai, ” papar Sekda.

Ia berharap dengan sudah selesai dimediasi, situasi di desa tersebut bisa kembali kondusif.

Baca Juga :  Geger Kobongan di Dukuh Alas Kobong, Sumberlawang. Puluhan Warga Berhamburan, Satu Rumah Ludes Terbakar

Sementara, menurut keterangan sejumlah warga Dukuh Bogorame Senin (2/7/2018), warga sengaja mengintai gerak-gerik Kades karena sebelumnya sudah mengendus dan berulangkali memergoki kadesnya menyambangi rumah wanita tersebut.

SU, salah satu warga meyakinkan dugaan perselingkuhan itu sebenarnya sudah lama menjadi sorotan warga dan karang taruna. Hingga puncaknya berujung penggerebekan pada malam coblosan lalu.

“Warga sudah banyak yang tahu itu. Makanya pada malam coblosan lalu sengaja diengon (diintai) dan kemudian baru digropyok oleh karang taruna. Memang pas digropyok enggak nemukan mereka sedang berdua, tapi sepeda motornya ada di situ. Mungkin sudah tahu mau digropyok langsung lari, ” ujarnya. Wardoyo