Beranda Daerah Solo Solo Mengajar Gelar Training Fasilitator  untuk Kelas Inspirasi 6 Solo Raya

Solo Mengajar Gelar Training Fasilitator  untuk Kelas Inspirasi 6 Solo Raya

86
BAGIKAN
Joglosemarnews/A Setiawan

SOLO – Solo Mengajar, Generasi Impian (Sragen) dan Rumah Belajar Kita Karanganyar akan menggelar  training fasilitator (TF).

Warih Pratitis selaku koordinator Divisi Acara kepada Joglosemarnews mengatakan, training tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Inspirasi.

“Kami telah menyepakati bahwa  tanggal 28 Juli 2018 sebagai Hari Inspirasi, dan training ini merupakan salah satu kegiatannya,” ujarnya.

Dikatakan,  TF diselenggarakan dua  kali, yakni Sabtu (7/7/2018)  di Waroeng Inspirasi, Sumber. Sementaea TF kedua akan digelar  14 Juli mendatang di Waroeng Mbok Marni, Mangkunegaran.

“TF kali ini ditujukan untuk saling mengenal di antara fasilitator, pemplotingan rombongan belajar (rombel) dan pembagian tugas di SD terpilih,” ujarnya.

Sedangkan untuk TF ke-2, fasilitator akan diperkenalkan dengan relawan senior. Hal itu  penting karena  pengetahuan lebih dini tentang pelaksanaan kelas inspirasi dengan segala teknisnya harus dipahami oleh masing-masing fasilitator.

Warih menjelaska bahwa fasilitator berperan sebagai penghubung antara relawan inspirator, dokumentator, pihak sekolah dan panitia Kelas Inspirasi.

Keberadaan fasilitator diharapkan mampu membuka ruang interaksi yang efektif di antara seluruh relawan dengan pihak sekolah di kelompok masing-masing.

“Tujuan diadakannya TF untuk membekali fasilitator sebelum terjun langsung ke SD terpilih. Selanjutnya agar tercipta relasi dan koordinasi yang baik demi kelancaran kelas inspirasi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Garuda Indonesia Solo Manfaatkan Potensi Putra Daerah Untuk Layani Jamaah Haji

Acara TF hari pertams berlangsung seru. Di awal perkenalan dengan ice breaking,  dilanjutkan pembagian fasilitator dan pengumuman inspirator untuk kelompok SD.
Sharing pengalaman dilakukan oleh  Deni Novianto dan Rahmat Bintar Pamungkas.

“Menjadi relawan itu harus berkualitas dan peka terhadap lingkungan. Misalnya jika salah satu relawan butuh bantuan kita harus sigap membantu,” kata Deni Novianto.

Sementara itu Rahmat Bintar Pamungkas yang sekaligus  Ketua Panitia Kelas Inspirasi menandaskan pentingnya membangun komunikasi dan menjaga etika dengan pihak sekolah maupun relawan inspirator serta dokumentator.

“Hal ini penting agar tercipta chemistry antar ketiganya,” ujarnya. #A Setiawan