JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Ada Nama UNS,  Berikut Daftar Universitas Yang Bisa Digandeng Tangani Seleksi Perdes di Sragen!

UGM dan sejumlah Universitas yang masuk daftar top Asia Tenggara. Foto/Istimewa
UGM dan sejumlah universitas di Indonesia yang masuk daftar top 25 Asia Tenggara. Beberapa diantaranya juga menjalin MoU kerjasama dengan Pemkab Sragen.  Foto/Istimewa

SRAGEN- Pemkab Sragen menyebutkan ada beberapa universitas yang bisa digandeng sebagai pihak ketiga oleh panitia desa untuk menangani seleksi perangkat desa (Perdes) di 192 desa.  Kabag Pemerintahan Desa Setda Sragen, Suhariyanto menyanpaikan sejauh ini universitas yang menjalin MoU kerjasama dengan Pemkab Sragen ada enam.

Yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta,  Universitas Diponegoro (Undip), UNIBA Solo, Usahid Solo,  Unsoed Purwokerto dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Soal pihak ketiga itu sudah kita sampaikan ke desa-desa.  Sejauh ini ada enam universitas yang siap melaksanakan. Tinggal panitia desa milih yang mana. Tidak ada arahan atau pengondisian, ” terangnya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

Bupati Sragen,  Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan konferensi pers soal rekrutmen perdes medio pekan ini, menyampaikan seleksi Perdes akan

dilaksanakan oleh LPPM atau universitas yang bekerjasama dengan Pemda.

Ia menyampaikan Pemkab tak akan mengarahkan dan menyerahkan pilihan universitas kepada masing-masing desa sesuai dengan kemampuan keuangan desa.

“Harapan kami semakin banyak universitas atau LPPM yang kerjasama dengan Pemda semakin banyak pilihan yang bisa dipilih desa. Ada UNIBA,  Unisri, Undip, Unsoed, UMS, kita proses semua,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Prajurit Kodim Sragen Mendadak Kembali Mulai Berlatih Menembak. Ada Agenda Apa?

Sementara, Sekda Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan Pemkab tidak akan mengarahkan dan semua diserahkan ke desa mau pilih universitas apa. Soal biaya apakah ditentukan, menurutnya tergantung bagaimana pandai-pandainya desa melakukan negosiasi dengan LPPM universitas.

“Mau Rp 10 juta per orang ya mangga. Nak kuate desa mung satus ewu ya rapapa sing penting LPPM-e gelem, ” tukasnya. Wardoyo