JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Uniba Kokohkan Diri Hadapi Revolusi 4.0

SOLO– Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta mengokohkan diri untuk menghadapi revolusi 4.0. Salah satu kebijakan yang diambil untuk itu adalah dengan pengembangan Cyber University.

Hal itu diungkapkan Rektor Uniba Surakarta, Prof Pramono Hadi dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-35, Kamis (26/7/2018). Menurut Prof Pramono, tantangan eksternal dan perubahan kebijakan pendidikan yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri bagi UNIBA sebagai salah satu perguruan tinggi swasta.

“Uniba harus lebih focus dan adaptif lagi untuk mengembangkan diri agar mampu bersaing. Kompetisi mutu pendidikan antar Perguruan Tinggi negeri/swasta semakin ketat dan semakin beragam berlomba untuk menjadi yang terbaik. Peraihan perkembangan dan kemajuan UNIBA yang telah dicapai selama ini akan selalu berhadapan dengan kenyataan kemajuan dan tuntutan eksternal yang lebih besar lagi,” paparnya di depan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-35 UNIBA 2018, dalam pidato diesnya yang berjudul Pengembangan UNIBA Dalam Menyongsong Era Ekonomi Digital.

Baca Juga :  Minat Investasi Saham Syariah di Solo Mulai Menggeliat

Uniba harus lebih keras lagi meningkatkan kinerjanya untuk dapat menyamai Perguruan Tinggi lainnya, UNIBA harus bisa melakukan pembelajaran secara efektif dan efisien serta menjalankan tatakelola yang dinamis, produktif dan akuntabel untuk meraih prestasi.

“Salah satu kebijakan yang diambil untuk mengimbangi revolusi industry 4.0, antara lain pengembangan cyber university. Untuk itu, Uniba telah menetapkan Rencana Induk Pengembangan dengan empat tahapan pencapaian visi yakni; Peningkatan kapasitas, modernisasi dan pelayanan pada tahun 2013 – 2017; Peningkatan daya saing regional Jawa Tengah pada tahun 2018 – 2022; Peningkatan daya saing nasional pada tahun 2023 – 2027; Peningkatan daya saing internasional pada tahun 2028 -2032,” tukasnya.

Baca Juga :  Pengamat Hukum: Pilkada Solo Antiklimaks, Sudah Selesai. Tidak Ada Etika Berpolitik

Sementara itu, Kepala Badan Standarisasi / Ketua Komite Akreditasi Nasional, Prof Bambang Prasetya menambahkan, tantangan besar untuk setiap Perguruan Tinggi di era milenial adalah seberapa jauh para civitas akademika terutama dosen dan mahasiswa memahami dan berperan dalam pengembangan system jaminan mutu nasional. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pendidikan standardisasi.

“Di tingkat nasional, Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah mengembangkan kurikulum dan buku teks (materi ajar) di berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” jelas Kepala BSN di depan civitas akademika UNIBA,” tegasnya. Triawati PP