loading...
Loading...
Ilustrasi Petugas TPS membantu pemilih di Pilkades. Foto/JOGLOSEMARNEWS.COM

KARANGANYAR-  Para kepala desa (Kades) yang akan berakhir masa jabatannya, dilarang untuk melantik perangkat desa di wilayahnya. Larangan itu sebagaimana tertuang dalam surat edaran bupati Nomor 141.4.469.1.2 tentang pengisian kekosongan perangkat desa.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, Rabu (08/08/2018). Menurut Samsi, terhadap kekosongan perangkat desa yang bersamaan dengan dimulainya tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 144 desa yang akan digelar  pada bulan Februari 2019 mendatang, maka pengisian perangkat desa diatur dengan memperhatikan beberapa hal.

Dijelaskan Samsi, yang kosong terhitung 1 Agustus 2018, pengisian perangkat desa yang kosong, dilaksanakan dan   diisi sejak dilantiknya Kades  yang baru.

Baca Juga :  Beras Organik Karanganyar Mulai Bidik Pasar Ekspor. Permintaan Mulai Datang dari Batam 

Sedankan Kades yang berakhir sesuai batas usia atau  batas ketentuan umur,maka penetapan keputusan kepala desa tetang pemberhentian peragkat desa,  terhitung mulai tanggal 1 bulan berikutnya.

Jabatan perangkat desa yang kosong, akan diisi oleh pelaksan tugas(Plt). Pelaksana tugas ditetapkan oleh Kades, dengan tembusan disampaikan ke camat dan bupati.

“ Saat ini, tahapan pemilihan kepala desa sudah dimulai. Untuk itu, melalui surat edaran ini, bupati melarang Kades yang telah berakhir masa jabatannya, dilarang untuk melantik perangkat desa baru. Pengisian perangkat desa bru, akan dilakukan setelah terpilihnya Kades  baru,” kata Samsi, Rabu (08/08/2018).

Baca Juga :  Pengakuan 2 Bocah Pelaku Video Viral Matikan Lampu Fly Over Palur Karanganyar. Ternyata Motivasinya Karena Ini! 

Ditambahkannya, Kades yang telah berakhir masa jabatannya, maka wajib mengembalikan tanah kas desa (bengkok) terhitung sejak tanggal pemberhentian. Saat itu, hasil tanah bengkok menjadi pendapatan Pemdes dan wajib setor ke kas desa sampai terpilihnya Kades baru. Wardoyo

Loading...