loading...
Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin saat mengecek kondisi tukang parkir Pasar Gemolong yang ditemukan tewas di Klinik As Syifa Miri, Rabu(8/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga di Dukuh Sambirejo, Desa Soko, Miri digegerkan dengan insiden tewasnya seorang tukang parkir di Pasar Gemolong, Hardiman (60), Rabu (8/8/2018). Kakek asal Dukuh Kauman RT 2, Gemolong itu ditemukan mendadak meninggal setelah diketahui sempat batuk-batuk.

Kakek yang tinggal sebatang kara itu mendadak meninggal sekira pukul 16.00 WIB di Klinik As Syifa Soko, Miri.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban duduk-duduk di warung milik Mbah Harjo Paing di Dukuh Ringinanom RT 23, Soko, Miri.

Saat tengah duduk, korban terlihat batuk-batuk cukup intens. Kemudian kakek malang itu meminta tolong Muji Lestari (48) yang ada di dekat warung untuk mengantarnya berobat.

Baca Juga :  Terungkap, Benda Asing Bercahaya di Atas Langit Solo Raya Yang Ramai Dikira Bintang Ternyata Jatuh di Desa Dawung Sragen. Warga Ungkap Ada 8 Buah, Yang Lain Terbang ke Barat

Muji kemudian membawa korban ke Klinik As Syifa Soka bersama Dwiyono (40). Tiba-tiba korban batuk-batuk kemudian meminta tolong kepada saksi 1 untuk mengantarnya berobat. Oleh keduanya, korban diboncengkan dengan cara diapit di tengah.

“Setelah tiba diklinik As Syifa korban langsung dibawa masuk kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas klinik, namun selang sebentar korban meninggal dunia,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin.

Sementara, seusai mengantar korban masuk ke klinik, Muji dan Dwi dilaporkan langsung meninggalkan klinik dengan alasan akan menghubungi keluarganya.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Sragen Soroti Kebijakan New Normal dari Pusat. Sebut Sragen Belum Ajukan New Normal Karena Alasan Ini!

Atas kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Miri untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek menguraikan sesaat setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi TKP, mencatat saksi dan barang bukti.

“Kami sempat menghubungi Ketua RT tempat domisili korban. Ternyata korban tinggal sebatang kara. Hasil pemerisaan oleh tim Identifikasi Polres Sragen, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan atau penganiayaan,” jelasnya.

Karena tidak ada tanda kekerasan, jasad korban kemudian diserahkan ke Ketua RT untuk dimakamkan. Wardoyo