JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kekurangan Tempat Mangkal, Paguyuban Becak Tuntut Solusi Pemerintah

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA –  Merasa tempat mangkal bagi tukang becak yang disediakan masih kurang, Paguyuban Becak di Kota Jogja menuntut solusi kepada Pemkot Yogyakarta.

Koordinator Paguyuban Becak Yogyakarta, Jiyono menilai kapasitas pangkalan becak yang akan di Pendopo KB masih kurang. Hal itu tidak sebanding adanya becak yang di Yogyakarta.

“Kapasitasnya cuma 50 ya masih kurang. Jumlah becak kayuh sendiri ada berapa di Yogyakarta. Yang di Malioboro juga terbatas, satu cerukan itu maksimal cuma buat 10 becak saja. Jadi ya terbatas sekali,” katanya, Rabu (8/8/2018).

Ia mengaku banyak paguyuban yang mempertanyakan nasib pangkalan becak.

Baca Juga :  Tetap Buka Semua Destinasi Wisata, Pemkab Bantul Perketat Protokol Kesehatan

“Karena saya beberapa kali koordinasi dengan Dishub, banyak teman yang menanyakan ke saya, bagaimana nanti parkirannya. Tetapi ya gimana ya, kalau model shift juga tidak memungkinkan,”lanjutnya.

Jiyono menjelaskan ada banyak paguyuban becak di sekitar Malioboro. Menurutnya tidak mungkin jika kelak harus menempati pangkalan yang biasanya mangkal di daerah tersebut.

“Pangkalan sudah sendiri-sendiri. Di Abu Bakar Ali udah ada paguyuban, Pasar kembang sudah ada, nanti di Dagen ada lagi. Kalau misal biasanya di Malioboro terus mangkal di Dagen kan tidak enak to,” jelasnya.

Baca Juga :  Berbekal Jimat Pemikat Wanita, Pria asal Yogyakarta Ini Perdayai 7 ART dan Gasak Barang Berharga

“Kalau dibagi siang dan malam juga tidak bisa. Sudah ada yang biasanya datang pagi dan nanti pulang malam. Misal yang di Bantul, datang malam terus pulang pagi. Belum lagi kalau musim libur. Ada tukang becak musiman juga,”tambahnya.

Jiyono mengaku pada dasarnya tukang becak, Malioboro khususnya mendukung adanya pembangunan dan perbaikan di Yogyakarta.

Menurutnya hal itu bisa menarik wisatawan untuk datang, dengan demikian diharapkan penghasilan tukang becak meningkat.

“Tentu kami mendukung sekali. Tetapi ya kami juga berharap ada solusi yang terbaik nanti bagaimana,” tutupnya.  

www.tribunnews.com