loading...
Loading...
Deretan tanaman buah naga di pinggir jalan di jalur alternatif sisi timur, Desa Semin, Kecamatan Nguntoronadi

WONOGIRI-Ada dua pilihan bagi pengguna jalan saat hendak melintas Jalan Raya Ngadirojo-Baturetno, khususnya di daerah Petir hingga Planjen yang saat ini sedang diperbaiki. Mencari jalur alternatif atau sabar menunggu giliran melintas lantaran penerapan sistem buka tutup.

Jika pilihan pertama dipilih, ada dua jalur yang bisa ditempuh. Pertama jalur barat dengan memutar melalui simpang tiga Dringgo menyusuri tepian Waduk Gajah Mungkur (WGM) menuju Ngadiroyo di sisi utara Gunung Pegat.

Sedangkan jalur kedua di sisi timur. Yakni langsung ambil jalur sekitar siswi timur kantor Kecamatan Nguntoronadi, naik melewati Kelurahan Beji dan Desa Semin, turun di simpang tiga Kamplong menuju simpang tiga Sengon.

Baca Juga :  Dampak Bom Bunuh Diri Medan, Polres Wonogiri Perketat Keamanan. Tingkatkan Patroli Hingga Terapkan One Gate System

Kedua jalur alternatif itu menawarkan pemandangan menarik nan indah kepada pengguna jalan. Jadi, kendati jarak yang ditempuh lebih panjang dan lama, menjadi impas dengan sensasi melihat panorama indah.

Ketiak melewati jalur barat, sepanjang jalan kita disuguhi hamparan luas WGM. Angin semilir yang menerpa seakan menjadi peredam hawa panas saat melintas.

Tidak kalah menarik di jalur timur. Selain bisa menikmati WGM dari sisi atas, pengguna jalan juga disuguhi hamparan dan deretan tanaman buah naga milik warga. Di sepanjang jalan di kanan dan kiri, berjejer tanaman buah naga segar merambat di tiang beton. Tanaman serupa juga banyak dijumpai di pekarangan warga.

Baca Juga :  Jangan Kelamaan Menjomblo, Karena Menikah Itu Membuka Berkah. Begini Amalan Lengkap yang Bisa Membuka Berkah Itu

Desa Semin dan Kelurahan Beji Kecamatan Nguntoronadi selama ini memang dikenal menjadi sentra buah naga di Wonogiri. Sayang, saat ini tanaman mirip kaktus tersebut belum memasuki musim berbuah.

“Kalau saya sering lewat jalur timur. Tidak terlalu jauh memutarnya, teduh dan sejuk. Tapi ya harus lewat tanjakan dan turunan lumayan curam,” jelas salah satu pengguna jalan, Avriana, Selasa (21/8/2018).

Saat melintas di jalur timur, ujar dia, yang penting, kondisi kendaraan harus prima. Pasalnya bakal dipakai melibas tanjakan dan turunan khas perbukitan Wonogiri. Jika kendaraan tidak sehat, dia menyarankan lebih baik melalui jalur barat yang cenderung landai.

Baca Juga :  Kisah Polisi Hebat, Kapolsek Pracimantoro Wonogiri AKP Dwi Krisyanto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Cumlaude. Simak Ini Biodata Lengkapnya

“Tapi (jalur barat) lebih lama memutarnya,” sebut dia.

Pemotor lainnya, Tribuana menuturkan kedua jalur, khususnya jalur timur saat ini menjadi ramai banyak dilalui kendaraan. Menyusul perbaikan jalan yang saat ini fokus di tanjakan Petir hingga Planjen. Pengguna jalan yang enggan menunggu lama antrian melintas, milih melalui jalur itu.

“Kalau mau lewat jalur utama di Petir hingga Planjen, harus sabar menunggu. Karena pakai sistem buka tutup. Satu ruas diperbaiki dengan dicor dan diaspal, satu ruas untuk dilalui kendaraan,” tutur dia. Aris Arianto

Loading...