JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jumlah Korban Truk Rombongan Besuk Terguling di Plumbon Sambungmacan Capai 49 Orang. Korban Tersebar di 6 Rumah Sakit dan Klinik 

Kondisi para korban kecelakaan truk terguling di Made saat antri penanganan di RSUD Sragen, Rabu (29/8/2018) malam. Foto/Wardoyo

IMG 20180829 233830 576x651
Kondisi para korban kecelakaan truk terguling di Made saat antri penanganan di RSUD Sragen, Rabu (29/8/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Jumlah korban kecelakaan tunggal truk pengangkut rombongan pembesuk di Jalan Paldaplang-Tangen tepatnya di Dusun Gunung Sari, Plumbon, Sambungmacan Rabu (29/8/2018) malam, dilaporkan mencapai 49 orang. Namun, dari kepolisian dari RSUD Sragen memastikan tidak ada korban meninggal.

Kondisi pasien mayoritas mengalami luka ringan hingga berat. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengatakan truk nahas bernopol B 9549 WY itu mengangkut rombongan warga pembesuk dari Dukuh Nglaran, Gabus, Ngrampal.

Truk dikemudikan Suparlan (41) dengan mengangkut 49 penumpang. Kronologi kecelakaan, semula truk berangkat dari Nglaran, sekitar puk 18.30 WIB menuju RSUD Sragen untuk membesuk warga yang dirawat di RSUD Sragen.

Baca Juga :  Terlalu Ugal-Ugalan, Bus Mira Gasak 2 Pemotor di Tikungan Ring Road Sragen. Kedua Korban Ditemukan Tergeletak, Yang Satu Kepalanya Sampai Begini!

“Truk kembali dari RSUD sekitar pukul 19.30 WIB dan sampai di lokasi kejadian di jalan lurus Desa Made, Ngrampal sekitar pukul 20.00 WIB. Truk hilang kendali dan kemudian jatuh terguling di sisi berlawanan,” paparnya Rabu (29/8/2018) malam.

Untuk 49 penumpang truk mengalami luka karena tertumpah di jalan. Mereka dirawat menyebar di beberapa RSUD dan klinik.

Diantaranya di RSUD Sragen sebanyak 21 orang, di RS Sarila Husada 12 pasien, di RS Amal Sehat Sragen 6 pasien, di RS PKU Masaran 4 pasien, 4 pasien di Klinik Dian Utomo Ngrampal, 3 pasien di Klinik Permata Bunda Ngrampal.

Baca Juga :  Disurati DKK, 5 Rumah Sakit Swasta Sragen Langsung Nyatakan Sanggup Buat Kamar Isolasi Pasien Covid-19. Ini Daftarnya!

Direktur RSUD Sragen, Didik Haryanto melalui Kasubid Pelayanan dan Asupan Keperawatan, Herwahyuning mengatakan mayoritas korban yang dirawat di RSUD Sragen mengalami luka ringan dan berat serta patah tulang.

“Tapi tidak ada korban meninggal. Semua pasien mayoritas luka dan patah tulang. Taoi sudah rontgen dan pertolongan semua. Kondisi masih stabil semua, tidak ada yang kritis,” terangnya. Wardoyo