loading...
Loading...
Peserta yang gagal dalam seleksi Perdes Desa Mojorejo, Karangmalang saat beraudiensi dengan LPPM UMS di ruang sidang LPPM UMS, Rabu (9/8/2018). Foto/A.S.Alim

SRAGEN- Terus menjadi sorotan terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa (Perdes) di Sragen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akhirnya buka suara. Namun berbeda dengan pernyataan sebelumnya saat digeruduk beberapa perwakilan peserta pasca pengumuman, kali ini LPPM UMS menyampaikan pernyataan berbeda.

Ketua LPPM UMS, Agus Ulinuha menyampaikan dari hasil rapat internal LPPM, tim sepakat untuk melakukan validasi dengan mengecek dan mengoreksi ulang hasil pekerjaan 423 peserta seleksi Perdes yang ditangani LPPM UMS.

“Setelah beberapa peserta komplain ke LPPM itu, kami kemudian sepakat melakukan kroscek ulang hasil pekerjaan semua peserta. Ada 25 dosen yang kita libatkan untuk melakukan dobel cek dan validasi. Hasilnya cukup valid,” paparnya melalui sambungan telepon, Selasa (14/8/2018) malam.

Agus menuturkan dari hasil cek ulang, dari 423 peserta, hanya delapan peserta yang nilainya memang ditemukan terdapat perbedaan. Delapan peserta itu ada di Desa Mojorejo Karangmalang dan Krikilan Masaran.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Siap Tanggung Biaya Pengobatan Siswa Korban Tragedi SMKN 1 Miri!

Akan tetapi, ia menyebut jika perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan di kisaran satu hingga dua poin saja. Sehingga ketika dilakukan perhitungan ulang, ia memastikan tak merubah peringkat dan pemenang seleksi yang sudah diumumkan di semua desa yang bekerjasama dengan LPPM UMS.

“Memang ada 8 peserta yang nilainya berbeda tapi kisarannya sangat kecil. Jadi kalau ada peserta yang sempat mengoreksi dan bilang selisihnya ada tiga poin sampai lima poin bahkan ada yang menyebut selisihnya sangat besar, itu ternyata nggak benar. Mereka yang salah saat mencocokkan dengan kunci jawaban, ternyata setelah kita cocokkan kembali banyak yang hasilnya nggak sesuai seperti yang disampaikan beberapa peserta itu,” terang Agus.

Atas hasil itu, akademisi kelahiran Jepara itu menyampaikan pihak LPPM akan mengirimkan kembali nilai hasil validasi ke desa-desa. Menurut rencana, hari ini (Rabu, 15/8/2018) pihak LPPM akan mengirimkan hasil validasi ke desa.

Baca Juga :  Ekonomi Lesu, Gelombang PHK Besar-Besaran Landa Sragen. Ada 4.000 Buruh di 7 Pabrik Besar Sudah Dirumahkan

“Besok segera kami kirimkan ke desa,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah peserta seleksi Perdes di Mojorejo membeberkan indikasi kejanggalan dan hasil koreksi manual mereka saat menggeruduk ke LPPM UMS, sehari pasca pengumuman hasil seleksi oleh desa. Para peserta mengaku sempat meminta agar LPPM menunjukkan nilai dan lembar jawaban mereka.

“Ternyata setelah dicocokkan ulang secara manual dan ditunjukkan kunci jawaban, hasilnya ada nilai yang beda dengan nilai yang ada di desa. Selisihnya ada yang kurang 3 ada juga yang kelebihan 4. Akhirnya dari LPPM mengakui kemungkinan ada human eror saat input nilai sehingga mereka siap melakukan ujian ulang tanpa biaya. Khususnya di desa yang terjadi kesalahan atau indikasi penyimpangan, ” urai Adi Sriyono, tokoh masyarakat dari Desa Mojorejo yang ikut mengawal audiensi di LPPM UMS akhir pekan lalu. Wardoyo

 

 

 

Loading...