JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sejarah Dam Bolong, Karanganyar. Dibangun Dengan Uang Hanya Rp 1 Juta, Bupati Minta Yang Nyuri Besinya Ditindak Tegas! 

Tasyakuran di DAM Bolong. Foto/Humas Kab

DSC 5214 768x576
Tasyakuran di DAM Bolong. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR-  Jumat pagi (24/08) Bupati Karanganyar berkesempatan menghadiri sedekah di DAM Parakan, Kelurahan Bolong, Karanganyar Kota. Orang nomor satu di Karanganyar bangga dan senang, jika masyarakat setempat mau bersyukur DAM yang sudah berumur 51 tahun.

Pesannya dijaga terus dan dirawat agar DAM tersebut dapat terus mengairi areal persawahaan.

“DAM ini dibangun tahun 1967 dengan uang Rp 1 juta. Yang perlu diingat adalah nilai gotong-royong masyarakatnya untuk membangun bendungan tersebut. Makanya saya berpesan dan mengajak, masyarakat untuk menjaga agar DAM dapat berfungsi dengan baik,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dihadapan masyarakat Desa Bolong.

Baca Juga :  Prihatin Stok Menipis, GP Ansor PAC Matesih, Karanganyar Genjot Program Donor Darah dari Anggotanya

Dia menambahkan sedekah adalah salah satu cara agar warga berkumpul di sekitar DAM.

Sekaligus sarana bersyukur dan mengingatkan kepada generasi muda untuk dapat ‘nguri-nguri’ DAM agar terus awet dan berfungsi dengan baik. Jangan ada yang merusak dan mencuri besi pada pintu air.

“Acara sedekah ini juga mengingatkan bersama agar semua merasa memiliki. Sehingga jika ada yang mencuri atau merusak ada tindakan yang tegas,” imbuhnya.

Baca Juga :  Banyak Bantuan Sosial Salah Sasaran, Anggota DPR RI Paryono Desak Pemerintah Segera Validasi Data Kemiskinan. Ungkap Banyak Warga Miskin Justru Luput dari Penerima Bantuan!

Juliyatmono meminta masyarakat untuk terus guyub rukun dan terus gotong royong. Bendungan ini diharapkan juga membuat petani dapat panen tiga kali dalam setahun. Kalau sudah panen, pihaknya meminta gabah ada yang ditinggal di rumah. Jangan sampai dijual semuanya.

“Ke depan bagian atasnya perlu dikeruk sehingga tampungan air semakin banyak. Jika banyak, maka akan aman ketika musim kemarau tiba,” imbuhnya. Wardoyo