loading...
Loading...
Para korban Caleg Demokrat DPRD Provinsi Jateng saat melapor ke Polsek Gemolong, Kamis (16/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penangkapan calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrat DPRD Provinsi Jateng asal Sragen, Sugeng Sutrisno (48) oleh Polsek Gemolong, Rabu (15/8/2018) seolah menguak tabir tabiat buruknya. Ternyata, tak hanya aksi penipuan berkedok pengacara saja, Caleg DPRD Provinsi nomor urut 3 Dapil Jateng VI (Sragen-Karanganyar-Wonogiri) itu juga mengaku sebagai notaris yang berjanji membantu pengurusan sertifikat warga.

Tak tanggung-tanggung, dari aksi tipu-tipu yang dijalankannya, sudah banyak memakan korban. Para korban tak hanya dari Gemolong, namun juga dari Miri dan Sragen barat.

Tabiat buruk sang Caleg asal Dukuh Banaran RT 009/003, Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe,Sragen itu, terungkap ketika beberapa warga menggeruduk ke Polsek Gemolong untuk melaporkan jadi korban.

Baca Juga :  Keganasan Tikungan Mahbang Renggut 2 Nyawa Secara Beruntun, Warga Desak Dishub Segera Pasang Lampu. Kanit Laka Ungkap Sempat Dikepot Bus Eka Saat Olah TKP 

“Saya sudah bayar Rp 8 juta ke Sugeng itu untuk mengurus balik nama sertifikat saya. Ngakunya notaris dan enam bulan jadi. Tapi uang sudah saya lunasi di depan, sampai hampir tiga tahun enggak jadi-jadi. Nggak tahunya malah begini. Woalah, jane saya juga agak curiga karena setiap kali ditanya kantornya nggak ngaku,” ujar Sri Mulyani (56)  warga Watubucu RT 20, Jeruk, Miri ditemui di Mapolsek Kamis (16/8/2018).

Baca Juga :  Lantik 163 Kades, Bupati Kelahiran Sragen Ini Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa! 
Wakapolsek Gemolong Iptu Aji Wiyono saat menunjukkan barang bukti di Mapolsek. Foto/Wardoyo

Janda paruh baya itu mengaku kenal Sugeng dari temannya. Temannya menyampaikan tersangka bisa membantu pengurusan sertifikat tanah.

Tak hanya Sri, dua tetangganya, Sumini (58) dan Sutarto (43) juga ikut jadi korban.

Mereka berdua juga sudah menyetor masing-masing Rp 3,5 juta dan 7,5 juta untuk biaya pengurusan biaya balik nama sertifikat kepada tersangka. Sementara janji enam bulan jadi, hingga 2 tahun berjalan tak ada kejelasan.

Selain ketiga orang itu, ada seorang gadis cantik yang melapor ke Polsek Gemolong sebagai korban Sugeng Sutrisno. Gadis cantik asal Watubucu, Jeruk, Miri itu datang mewakili ayahnya yang juga sudah menyetor uang Rp 5 juta kepada Sugeng untuk pengurusan pemecahan sertifikat.

Baca Juga :  Operasi Zebra di Sragen, 4.947 Pengendara Harus Pasrah Terjaring Tilang, Dua Orang Tewas di Lokasi Yang Sama 

“Ini saya buat surat pengaduan dan  pernyataan sebagai korban. Bapak saya ngurus sertifikat sudah bayar lunas, tapi sampai sekarang nggak jadi-jadi. Ternyata nggak tahunya penipu,” terang gadis yang enggan disebut namanya itu.

Kapolsek Gemolong, AKP Supadi melalui Wakapolsek Iptu Aji Wiyono menyampaikan saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Gemolong. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 372 jo 378 ancaman empat tahun penjara. Wardoyo

Loading...