loading...

Penyerahan tropi kepada juara Turnamen Sepakbola Bina Taruna Cup II di Lapangan Tegalrejo Kuncoro, Gondang, Minggu (9/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Setelah digelar hampir dua pekan, Turnamen Sepakbola lintas provinsi bertajuk Bina Taruna Cup II di Desa Tegalrejo, Gondang, resmi berakhir, Minggu (9/9/2018). Di perhelatan tahun kedua ini, turnamen yang diprakarsai Karang Taruna Desa Tegalrejo itu sukses melahirkan juara baru yakni Tim Tunas Mekar asal Desa Ngepringan, Jenar.

Gelar juara direngkuh usai menundukkan asa terakhir dari Kecamatan Gondang yang diwakili Tim Desa Tunggul di babak final.

Keberhasilan kesebalasan di ujung utara Sragen itu patut diacungi jempol. Selain mengalahkan lawan-lawan tangguh, keberhasilan mereka menjuarai turnamen lintas provinsi itu juga seolah menerbitkan harapan baru akan masa depan prestasi sepakbola Sragen.

“Ini sangat bagus untuk pembinaan olahraga sepakbola Sragen. Sebab meski diikuti tim-tim dari berbagai daerah termasuk dari Mantingan, Jatim, faktanya laga final mempertemukan dua tim dari dua desa di Sragen. Ini angin segar bagi pembinaan sepakbola muda di Bumi Sukowati,” papar Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang hadir menyaksikan laga final, Minggu (9//9/2018).

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto saat didaulat menyerahkan tropi kepada juara Turnamen Bina Taruna Cup II, Minggu (9/9/2018). Foto/Wardoyo

Legislator asal Grasak, Gondang yang didaulat menyerahkan tropi itu, menyampaikan apresiasi dan rasa salut yang tinggi untuk karang taruna dan Pemdes Tegalrejo sebagai pemrakarsa turnamen.

Selain mampu menarik tim-tim dari berbagai daerah dan Jatim untuk berpartisipasi, dukungan masyarakat yang antusias menyaksikan setiap laga, menunjukkan betapa turnamen itu mampu menggerakkan segala lini.

Loading...

Kemunculan tim-tim binaan desa di Sragen yang mampu tampil moncer di turnamen itu, juga seolah menerbitkan harapan baru bagi masa depan persepakbolaan di Bumi Sukowati.

“Ini sangat bagus untuk menggali bibit-bibit pesepakbola Sragen dan membangkitkan prestasi bola Sragen. Apalagi saat ini prestasi sepakbola Sragen seperti tengah dirundung penurunan. Ibarat hidup segan mati tak hendak,” terang Bambang.

Ia berharap geliat menghidupkan olahraga lewat turnamen dan pembinaan yang dilakukan Tegalrejo, bisa menular ke desa-desa maupun karang taruna lain. Tak hanya di sepakbola, pihaknya bahkan mendorong semua cabang olahraga diharapkan bisa menggalakkan turnamen.

“Seperti bola voli di Gondang juga sudah beberapa kali digelar. Ada lagi futsal. Sehingga pembinaan olahraga itu bisa merata,” tandasnya.

Ya, publik Sragen kini memang dibuai rindu akan prestasi di kancah sepakbola. Sempat mendapat angin segar dengan kemunculan skuad Sragen United yang bermarkas di Sragen beberapa waktu lalu, namun ternyata mimpi itu kandas seiring dengan karut marut manajemen.

Sementara harapan mendulang prestasi dari PSISra juga makin jauh setelah gagal bersaing di kompetisi regional.

Kades Tegalrejo, Heru Setyawan menyampaikan mengingat tingginya animo masyarakat, pihaknya dan karang taruna berencana terus melanggengkan Turnamen Bina Taruna Cup. Wardoyo

 

 

Loading...