JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Jalan Sehat 9 September.  NU : Urusan NU Masih Banyak, Gak Ada Urusan dengan itu

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

SOLO– Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Soloraya menegaskan masih banyak pekerjaan rumah (PR) lain daripada mengurusi rencana aksi jalan sehat umat Islam tanggal 9 September 2018 mendatang. Sebaliknya, PCNU menghimbau kepada pemerintah agar turut hadir menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketua PCNU Klaten, Mujiburrahman menegaskan, NU tidak akan turut campur dalam persoalan aksi jalan sehat yang ditengarai ada muatan politis tersebut. Menurutnya, pertemuan yang digelar Minggu (2/9/2018) malam tersebut merupakan pertemuan rutin antara PCNU se-Soloraya yang diadakan setiap satu bulan sekali.

Baca Juga :  Terkait Kasus Penyerangan Anggota PSHT di Mojosongo, Polisi Bentuk Tim Khusus

“NU masih banyak PR, jadi tidak ada urusan untuk itu. Masih banyak PR yang harus dikerjakan dalam bidang keumatan, keagamaan, sosial, pendidikan. Dan NU tidak bergerak dalam politik praktis,” ujarnya usai pertemuan.

Sebaliknya, Mujib menghimbau kepada pemerintah agar turut hadir dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami menyerahkannya kepada pemerintah, karena ini wewenang mereka. Pemerintah harus hadir mengkaji dan segera mebgambil langkah sesuai dengan tugasnya. Sekali lagi NU tidak turut campur dengan tencana aksi tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Bus Hadimulyo di Gemolong Sragen. Berawal Selip, Roda Bus Mendadak Anjlok Lalu Ambles dan Terguling...

Kendati demikian, Mujib tidak menampik jika kemungkinan Banser diturunkan untuk menjaga kondusivitas Kita Solo.

“Kalau memang diminta untuk membantu menjaga kondusivitas Kota Solo ya mungkin saja. Namun prinsipnya tidak untuk membubarkan aksi apapun. Banser dab Pagar Nusa bergerak dibawah arahan Kyai dan tentunya dengan kajian yang tepat. Dan Banser akan turun di depan bila ada gerakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” tandasnya. Triawati PP