loading...

Pengendara melintas di Beloran dengan latar belakang spanduk penolakan deklarasi ganti presiden dan Neno DKK. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sehari setelah bermunculan di beberapa titik di Sragen, sejumlah spanduk berisi penolakan Deklarasi #2019GantiPresiden dan Neno di Soloraya, mendadak hilang Senin (3/9/2018). Pantauan di lapangan, spanduk yang hilang itu di antaranya di bangjo Terminal Lama Sragen dan perempatan SMPN 6 Sragen, Sine, Sragen.

Di beberapa lokasi, spanduk dengan tulisan yang sama juga sudah lepas talinya. Di antaranya di pertigaan Tegrat Tangkil dan Beloran, Sragen.

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengatakan pihaknya sudah menerima sembilan surat berisi penolakan Neno dan Deklarasi 2019Ganti Presiden. Sembilan surat tertulis itu akan diteruskan ke jajaran Polres di wilayah Soloraya dan juga Polda Jateng.

“Kita himpun surat penolakan itu dan akan kita teruskan ke jajaran Polres Surakarta. Ada sembilan Ormas yang mengirim surat tertulis ke Polres,” paparnya Senin (3/9/2018).

Terkait siapa pemasang spanduk-spanduk itu, Kapolres mengatakan masih melakukan pendalaman. Namun ia menegaskan kemunculan spanduk itu juga relevan dengan surat-surat penolakan yang masuk ke Polres.

“Artinya memang ada masyarakat yang tidak menghendaki ada kegiatan-kegiatan yang mungkin berisi provokasi dan sebagainya di Sragen maupun Soloraya,” urainya.

Loading...

Terkait situasi saat ini, Kapolres mengimbau masyarakat bahwa pesta demokrasi hendaknya dilakukan dengan cara baik dan tertib. Wardoyo

 

Loading...