loading...


Kasdim 0726 Sukoharjo saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada kalangan mahasiswa.

SUKOHARJO-Kasdim 0726 Sukoharjo, Mayor Inf Muhammad Isnaini menegaskan, maraknya kasus penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu bentuk proxy war.

Kasdim meminta semua pihak perlu mewaspadai bahaya proxy war melalui adu domba dalam meperebutkan suatu daerah yang akan menjadi daerah kekuasaannya. Salah satu bentuk proxy war adalah bahaya penyalahgunaan narkoba yang sekarang sudah merajalela di kalangan generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa.

“Ini (penyalahgunaan narkoba) juga merupakan bagian dari proxy war yang terus berlangsung,” tegas dia, Selasa (4/9/2018).

Baca Juga :  Alhamdulillah. Metrologi Legal Sukoharjo Diresmikan Mendag

Dia menerangkan, salah satu cara menangkal proxy war adalah penguatan wawasan kebangsaan. Menurut dia, wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang.

Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan. Padahal di sisi lain kaum kolonial terus menggunakan politik “devide et impera” atau politik adu domba.

Baca Juga :  Hati-hati, Angkutan Umum Dilarang Untuk Branding Caleg dan Capres

Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.

“Kita harus terus melawan proxy war, kita terus berjuang dengan menguatkan wawasan kebangsaan. Kita mesti tingkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan dalam NKRI,” ujar dia. Aris Arianto

Loading...