loading...
Karang Taruna Dukuh Sono, Desa Sono, Mondokan saat berpose dengan Staff Kemendes RI, Luluk Nur Hamidah bersama jajaran Fraksi PKB yang hadir memberikan penghargaan atas juara gapura nasional di desa itu, Sabtu (15/9/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Siapa bilang, prestasi hanya bisa dicetak oleh mereka yang bergelimang fasilitas. Di tengah keterbatasan pun, terkadang bisa muncul kreativitas yang tak dinyana bagusnya.

Hal itu dibuktikan oleh Karang Taruna dan Pemdes Sono, Kecamatan Mondokan, Sragen. Meski lokasi desanya terpencil, dikelilingi hutan dengan jalan yang rusak, kreativitas pemuda dan warga di desa ini ternyata sukses mencetak prestasi fenomenal.

Ya, dua gapura di desa ini sukses menyabet juara dalam ajang “Lomba Gapura 73th Kemerdekaan dan Asian Games 2018” tingkat nasional 2018 yang digelar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (DJIKP).

Hebatnya lagi, 2 gapura yang dipilih untuk mewakili Kabupaten Sragen iitu berasal dari satu desa Sono tersebut.

Sekretaris Desa Sono, Sutardi menyampaikam Gapura Dukuh Sono RT 16 yang berkonstruksi ornamen bambu menyerupai obor Asian Games, menyabet gelar juara ke-7 dari ribuan peserta se-Indonesia.

Baca Juga :  Hari Juang Kartika, Kodim Sragen Serempak Tanam 5.250 Pohon Untuk Penghijauan di 20 Kecamatan
Gapura Dukuh Sono RT 16 yang meraih juara 7 nasional. Foto/Wardoyo

Sementara, gapura dengan konstruksi serupa namun dikemas beda latar di Dukuh Sono RT 19, sukses menyabet juara dua trap di bawahnya yakni peringkat 9 nasional.

“Nggak nyangka Mas. Wong itu buatnya juga hanya disambi. Disambi tiap malam, semua warga dan pemuda gotong royong membuatnya. Kalau siang pada kerja. Hampir sebulan baru jadi. Alhamdulilah, awalnya juara tingkat kebayanan, lalu dipilih oleh Diskominfo kabupaten dan dikirim ke nasional, malah dapat juara semua,” urai Kadus Sono, Mukhlis Arrohman di sela tasyakuran gapura, Sabtu (15/9/2018) malam.

Gapura Dukuh Sono RT 19 yang menyabet juara 9 nasional. Foto/Wardoyo

Sebagai ungkapan rasa syukur, warga di dua dukuh tersebut menggelar tasyakuran Sabtu (15/9/2018) malam. Piala yang didapat dua dukuh dikirab meriah oleh ratusan warga dan karang taruna setempat.

Kegembiraan makin terasa karena tasyakuran juga dihadiri langsung oleh Staff Kementerian Desa RI, Luluk Nur Hamidah beserta anggota DPRD Sragen dari PKB, Faturrohman, Nasihul Anshori serta pengurus PKB, Nur Sugiyanto.

Baca Juga :  Kasus Penggempuran Proyek Talud Gilirejo Miri, Polres Periksa Sejumlah Saksi. Para Terlapor Dijadwalkan Segera Menyusul

Saat didaulat memberi sambutan, Luluk mengaku trenyuh melihat keguyuban warga dan kreativitas pemudanya meski lokasi desanya terbilang terpencil.

“Tadi saya mau masuk ke desa ini, banyak hutan, jalannya rusak dan gelap. Sepanjang perjalanan saya sampai buat puisi balada. Tapi saat masuk ke Dukuh Sono, sangat surprise. Ternyata warga guyub rukun. Karang taruna juga kompak. Prestasi ini membuktikan bahwa karang taruna juga punya kreativitas yang bisa menjadi investasi yang sangat berharga untuk membangun desa. Karena kemajuan daerah dan bangsa, salah satunya tergantung kemajuan desa juga,” ujar Luluk disambut aplaus dari ratusan warga yang hadir lesehan.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Pikap Hancur Tewaskan 2 Orang di Tol Sragen-Ngawi. Pikap Mendadak Oleng dan Sempat Terguling

Sebagai bentuk penghargaan, malam itu, Luluk memberikan sedikit apresiasi ke karang taruna dan kelompok pedagang jamu maupun dukuh setempat. Prestasi fenomenal Karang Taruna dan warga Dukuh Sono malam itu juga berbuah guyuran hadiah.

Salah satunya dari Ketua Fraksi PKB Sragen, Faturrahman, anggota DPRD PKB dari Dapil Sragen IV, Nasihul Anshori yang banyak didukung warga Sono. Wardoyo


Loading...