loading...

Triawati

SOLO– Kota Solo membutuhkan setidaknya 113 e-Warong yang tersebar di lima kecamatan untuk mencairkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dan sampai saat ini, jumlah e Warong di Kota Solo sebanyak 96 e Warong untuk mendukung pelaksanaan BPNT.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, kebutuhan e-Warong untuk Kota Solo tersebut berdasarkan jumlah penerima BPNT sebanyak 28.384 KPM yang tersebar di lima kecamatan.

“Maka jumlah e Warong akan bertambah. Seperti diketahui, BPNT merupakan transformasi dari subsidi rastra ke Bantuan Sosial Pangan, tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta mendorong keuangan inklusif. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai  melalui sistem perbankan. Dengan Bantuan Sosial Non Tunai  selain meningkatnya transparansi dan akuntabilitas program, juga dapat mendukung perilaku produktif, belajar menabung dan mengenal perbankan,” ujarnya di sela kunjungan di Kecamatan Jebres, Kamis (13/9/2018).

Program BPNT Kota Surakarta berjumlah 28.384 KPM (PKH : 13.215, Non PKH : 15.169) dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 37.466.880.000 (Tiga Puluh Tujuh Milyar Empat ratus Enam Puluh Enam Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) selama 12 bulan. Saat ini Pencairan BPNT sedang dilakukan penyalurannya untuk Tahap VIII dan Bantuan Sosial PKH Tahap III.

“Semakin banyak keberadaan e-Warong maka semakin dekat dan terjangkau oleh bapak/ibu dalam membeli bahan pangan. Kota Surakarta juga telah difasilitasi dengan Kendaraan Bermotor Delivery Order 4 Unit yang merupakan Bantuan dari Bank BNI dan Bank Mandiri. Kendaraan tersebut dimaksudkan untuk melayani KPM yang jangkauannya jauh dan melayani KPM yang tidak dapat melakukan transaksi Pembelanjaan di e-Warong,” imbuh Mensos. Triawati PP

Loading...