loading...

Jenasah almarhum Dodi sesaat sebelum dimakamkan Kamis (13/9/2018) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kematian tragis Dodi (30) TKI asal Dukuh Brumbung RT 12, Karangasem, Tanon, yang tewas di Taiwan dipulangkan dengan sisa gaji hanya Rp 11 juta. Selain itu, pihak penyalur dari PT Putra Bragas Mandiri memberikan santunan Rp 5 juta.

Hal itu terungkap ketika dilakukan serah terima jenasah almarhum setiba di rumahnya Brumbung, Tanon Kamis (12/9/2018) dinihari.

Kades Karangasem, Indardi mengungkapkan almarhum diserahkan dengan sisa gaji sebesar 23.930 NTD (New Taiwan Dolar) / Rp. 11.318.400. Sisa gaji dikirim melalui rekening Bank BRI milik istri almarhum, Wulan Suhartini.

“Dari pijak penyalur menyerahkan santunan untuk istri almarhum sebesar Rp. 5.000.000,-. Juga dikirim melalui rekening Bank BRI atas nama Wulan Suhartini,” paparnya seusain pemakaman.

Juga disampaikan, TKI malang itu dilaporkan meninggal pada 28 Agustus 2018 karena kecelakaan kerja di perusahaan operator kaca di Taiwan.

Hujan tangis mengiringi kedatangan  jenasah TKI yang tewas di Taiwan tersebut hingga ke pemakaman.

Loading...

Jenasah almarhum tiba sekitar pukul 01.30 WIB. Mengingat sudah menunggu lama, jenasah langsung diberangkatkan ke pemakaman pukul 02.40 WIB.

Pemulangan jenasah diantar oleh Dirut PT Putra Bragas Mandiri Wonosobo, Sumarah Eko Prayitno selaku PPTKIS yang memberangkatkan Dodi. Ratusan pelayat turut hadir, termasuk Muspika, dan anggota DPRD setempat.

Seusai tiba, sempat dilakukan serah terima jenasah dan barang milik almarhum kepada keluarga yang diwakili istri almarhum, Wulan Suhartini. Serah terima disaksikan perwakilan Disnaker, Suyono, Camat Tanon Suratman, Kapolsek AKP Heru Budiharto dan tokoh lainnya.

Turut diserahkan pula, barang milik almarhum seperti  Paspor, uang Rp. 483.000 ,-, Handphone, Jam tangan, Dompet dan ID Card Taiwan, Baju, Celana, Tas dan sepatu.

Setelah selesai serah terima dan didoakan, jenasah langsung diberangkatkan ke pemakaman. Isak tangis mengiringi pemakaman TKI malang tersebut.

Ratusan pelayat yang ikut mengantar juga terlihat haru. Bahkan sebagian tak kuasa menitikkan air mata. Wardoyo

 

Loading...