Beranda Daerah Sragen Miris Siswa SD di Puro Karangmalang Sragen Dilaporkan Cabuli Semua Siswi Satu...

Miris Siswa SD di Puro Karangmalang Sragen Dilaporkan Cabuli Semua Siswi Satu Kelas. Orangtua Korban Pada Syok  

2590
Ilustrasi siswi SD korban pencabulan
loading...


SRAGEN- Cerita miris kenakalan siswa terjadi di Sragen. Seorang siswa kelas V di sebuah SDN di Desa Puro, Karangmalang berinisial AL (11) dilaporkan melakukan tindakan pelecehan seksual kepada puluhan siswi teman sekelasnya.

Ironisnya, aksi pelecehan seksual itu dilakukan sudah hampir tiga tahun atau sejak kelas II tanpa terendus. Bahkan hampir semua siswi teman sekelas pelaku, mengaku pernah mendapat perlakuan tak senonoh dari pelaku.

Perbuatan yang menjurus ke cabul itu dilakukan pelaku dengan memegangi alat vital korban. Bahkan tak jarang dilakukan dengan kasar.

Perbuatan cabul bocah ingusan itu akhirnya terbongkar setelah salah satu siswi berinisial SB (11) memberontak saat kembali akan dipegang alat vitalnya oleh pelaku dua hari lalu. Menurut keterangan orangtua korban, SB memberontak saat habis olahraga, tiba-tiba didatangi pelaku yang kemudian berusaha memegangi kemaluan korban.

Mendapat serangan itu, SB berusaha mengelak dan kemudian memberontak. Ia langsung menelepon orangtuanya yang sedang bekerja di Sragen Kota, saat itu juga.

Baca Juga :  Geber Pemberdayaan, Kemensos Targetkan 8 % dari 10 Juta Keluarga Penerima PKH Bisa Naik Status di Akhir 2018 

Sorenya, orangtua SB kemudian mengadu ke beberapa orangtua siswi sekelas. Ternyata dari pengakuan teman-teman perempuan sekelasnya, perlakuan yang sama juga sering dialami oleh hampir semua siswi satu kelas.

Siswa kelas V berjumlah 43 anak dan jumlah siswa perempuannya mencapai 20 lebih. Setelah aksi itu terbongkar, satu persatu korban akhirnya buka suara. Orangtua mereka langsung syok mendengar cerita anaknya diperlakukan seperti itu oleh pelaku.

“Akhirnya semua pada ngaku kalau sering dipegangi itunya oleh pelaku. Biasanya digitukan pas ngaso atau nggak ada gurunya. Rata-rata memang pada takut melawan dan kadang anak-anak itu belum punya fikiran kalau itu termasuk perbuatan pelecehan seksual,” ungkap AY, salah satu orangtua korban, diamini beberapa lainnya ditemui Jumat (7/9/2018).

Sedianya, orangtua para korban hendak menggeruduk sekolah. Mereka berharap ada sanksi dan tindakan kepada pelaku yang selama ini juga dikenal paling nakal di kelas.

Baca Juga :  Pimpin Polres Sragen, Ini 5 Target Utama Yang Akan Dijalankan AKBP Yimmy Kurniawan!

“Maunya orangtua ya ada tindakan. Entah dipindah atau dikeluarkan, karena kalau dibiarkan kasihan teman yang siswi. Jadi trauma dan resah, ” imbuh S, orangtua korban lainnya.

Dikonfirmasi, Kepala Sekolah SD tersebut, Bambang Zaenudin mengaku baru mendapat laporan dari wali kelas Kamis (6/9/2018). Terkait hal itu, pihaknya sudah langsung menindaklanjuti dengan bersama pengawas TK/SD dan Komnas HAM mendatangi pihak pelaku dan orangtuanya serta orangtua para korban. Namun ia mengatakan selama ini tidak mendapat aduan atau keluhan apapun. Para siswi juga tidak pernah mengadu.

“Kami sendiri terus terang juga kaget. Selama ini nggak pernah ada aduan dari siswa atau orangtuanya. Tapi tadi sudah kami tindaklanjuti bersama Komnas HAM dan pengawas, ke anaknya dan orangtua korban yang intinya sudah meminta maaf dan tidak akan mengulangi. Karena baru tahu, dan masih anak-anak nanti akan kami lakukan pembinaan lebih,” tukasnya.

Baca Juga :  Ratusan Penyandang Disabilitas Sragen Gelar Pawai. Ada 3.000 Masuk Usia Produktif, Berharap Perhatian Lebih Dari Pemkab 

Sementara, Sugino, pengawas TK/SD Kecamatan Karangmalang juga menyampaikan kasus itu sudah ditindaklanjuti. Pihaknya berharap sekolah lebih meningkatkan pembinaan karena pelakunya masih anak dan aksi itu murni karena kenakalan anak.

“Waktu ditanya tadi anaknya itu (pelaku) cuma senyum-senyum terus. Sepertinya juga agak gimana gitu. Tapi sekali lagi kan semua masih usia anak sehingga pembinaan memang harus lebih ditingkatkan,” tandasnya. Wardoyo

Loading...