loading...

Salah satu pedagang saat menunjukkan pipa talang di lantai dua yang memicu kebocoran dan banjir, Rabu (12/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sejumlah pihak pengguna Pasar Sumberlawang meminta dinas terkait untuk tidak buru-buru menerima penyerahan proyek bernilai Rp 13,7 miliar dari rekanan. Pasalnya, masih ada beberapa kerusakan dan kekurangan yang dirasakan masih belum diperbaiki sebagaimana mestinya.

Desakan itu dilontarkan sejumlah pedagang, pengelola parkir hingga kalangan pengunjung. Koordinator parkir Pasar Sumberlawang, Wawan mengatakan dari pengamatannya, untuk beberapa kerusakan memang sudah dibenahi. Diantaranya cor di lantai parkiran yang sebelumnya sudah mengelupas, sudah ditambal.

Meski demikian, ia menyangsikan kualitas tambalan akan bisa awet mengingat harusnya kerusakan di lantai parkiran itu direhab total.

“Ini hanya ditambal. Memang sudah enggak mbluduk (mengelupas) tapi siapa yang bisa nggaransi kalau hanya tambalan begitu. Paling belum ada setahun sudah brodol lagi,” paparnya Rabu (12/9/2018).

Ia juga menyoroti perbaikan pada retakan-retakan di sejumlah titik dinding maupun pilar beton. Menurutnya sekalipun sudah ditambal, kondisi tambalan juga masih dipertanyakan karena terkesan hanya didempul saja.

Perbaikan yang dikerjakan dengan dikejar waktu, menurutnya juga menjadi kurang maksimal. Padahal, lokasi pasar sangat dekat dengan rel kereta api yang otomatis akan terkena dampak getaran.

Loading...

“Dari awal kami melhatnya ada spek yang terkesan asal. Sehingga baru empat bulan sudah retak-retak. Kalau ukuran besi yang digunakan sepertinya sudah masuk, tapi kualitas  material seperti pasir sepertinya hanya pasir kedokan. Lantai tidak diurug tapi hanya ditempel saja. Kalau belum maksimal sudah diserahterimakan, kami khawatir dengan kondisi seperti ini bisa-bisa pasar ambleg,” urainya.

Dari suara pedagang juga masih was-was lantaran perbaikan juga dirasakan belum sesuai harapan. Selain retakan hanya ditambali, kebocoran pipa di lantai dua yang memicu banjir saat hujan turun, juga masih mengkhawatirkan.

“Hujan yang terakhir kemarin, los bumbu sini banjir dan banyak genangan kayak kolam. Sudah lantainya enggak rata, jadi air makin ngumpul. Padahal atapnya nggak ada tanda-tanda basah. Berarti memang pipa talangnya yang masalah,” ujar Fajar, pedagang los bumbu.

Pedagang buah di lantai dua, Mbah Sumi, menunjukkan retakan di bagian pilar dinding luar pasar yang retak memanjang dan belum diperbaiki. Foto/Wardoyo

Senada, Mbah Sumi, pedagang di los buah yang bersebelahan dengan los bumbu meminta perbaikan pipa di lantai dua dimaksimalkan. Sebab konstruksi talang dan pipa buangan dinilai tidak seimbang.

“Kemarin waktu hujan, sini juga banjir sepolok (semata kaki). Anak saya yang ada di Bali sampai tahu dan telepun nanyakan kabarnya kok Pasar sampai bisa banjir begitu. Terus itu dinding di luar itu juga retak panjang belum dibenahi. Saya bilang apa adanya Mas,” kata dia.

Keluhan serupa disampaikan Sarmini, pemilik los pakaian di lantai dua. Ia berharap perbaikan pipa diprioritaskan agar tak menyengsarakan pedagang dan pengunjung.

“Kemarin banjir menggenang di lantai dua. Kayaknya ini memang produk gagal,” ketusnya.

Desakan itu dilontarkan lantaran sempat beredar kabar, Rabu (12/9/2018) pagi akan dilakukan serahterima proyek dari rekanan ke pemerintah atau PPK. Hal itu membuat pedagang dan pihak pengguna pasar resah lantaran kondisi kerusakan belum sepenuhnya diperbaiki.

Sekira pukul 11.00 WIB, tim PPK dari Dinas Perdagangan Sragen terjun ke lokasi pasar. Mereka mengecek kondisi perbaikan dengan didampingi pihak ketiga yang ditunjuk melakukan perbaikan.

Kunto Saputro, yang ditunjuk oleh dinas dan rekanan untuk mengawasi perbaikan, mengatakan untuk perbaikan sebagian besar sudah dilaksanakan. Seperti pelataran parkir sudah dicor lagi, retakan sudah ditambal juga.

Pihak pelaksana perbaikan saat menjelaskan teknis rencana perbaikan pipa pemicu kebocoran. Foto/Wardoyo

Sedang untuk kebocoran lantai dua baru akan dikerjakan Rabu (12/9/2018). Kebocoran pipa nantinya akan ditangani dengan mengelem talang dan menambah pengait besi untuk memperkuat pipa dan talang.

“Jadi bukan karena pipanya kecil tapi karena pengaitnya hanya kawat sehingga ketika hujan turun, beban pipa bertambah dan kawat enggak kuat menahan. Untuk tangga yang kemarin retak, sudah digempur ulang. Untuk pilar dan dinding yang retak juga sudah ditambali. Namanya kerjaan borongan didesak waktu, mungkin plesterannya belum kering sehingga ada kerenggangan,” terangnya.

Soal rencana penyerahan, ia belum mengetahui kapan waktunya. Yang jelas, sebagai pihak yang dipercaya melakukan perbaikan, pihaknya hanya menjalankan perbaikan.

“Bosnya PT juga belum kesini. Dari PPHP juga masih ada beberapa poin yang belum disepakati. Hari ini baru cek list perbaikan,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...