JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Soal Gerakan Ganti Presiden VS Tetap Presiden. Din Syamsyuddin Minta Jangan Berlebihan, Jangan Tebar Kebencian! 

Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat hadir di Karanganyar, Sabtu (1/9/2018). Foto/Wardoyo
Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat hadir di Karanganyar, Sabtu (1/9/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR-  Memanasnya polemik terkait munculnya hastag dan gerakan berafiliasi di Pilres 2019 yakni GantiPresiden dan TetapPresiden, memantik tanggapan dari Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (DPP Muhammadiyah), Din Syamsuddin. Din menyebut kemunculan dua hastag dengan afiliasi Pilpres tersebut tak perlu dialergikan.

Namun yang terpenting adalah semua pihak bisa menghindari berlebihan dan menebar kebencian. Penegasan itu disampaikan Din saat berbicara di hadapan para pimpinan  DPD Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu (1/9/2018).

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Menurut Din Syamsuddin kemunculan aspirasi ganti atau tetap presiden itu sebenarnya sah saja, serta dijamin UUD.

“ Tidak perlu ada alergi, baik yang hastag mau ganti presiden atau tetap  presiden. Apalagi Bawaslu tidak melarang  dan menyatakan bukan kampanye hitam,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Digelontor Rp 190 Juta, Pujasera Karanganyar Bakal Disulap Jadi Taman Kuliner Semi Food Court Ala Kota-Kota. Sayangnya Papan Nama Proyeknya Tak Tahu Entah di Mana?

Hanya saja ia berpesan agar ekspresi itu jangan sampai dilakukan secara berlebihan, apalagi sampai menebar kebencian. Karena hal itu bisa memecah belah bangsa.

“Maka dari itu, jangan ada yang menghalangi apalagi dalam bentuk persekusi. Silahkan saja itu hak politik. Dengan catatan jangan menyebar kebencian,” tegasnya. Wardoyo