Beranda Umum Nasional Tren Tawuran Sekarang Lebih Banyak Dilakukan Malam Hari

Tren Tawuran Sekarang Lebih Banyak Dilakukan Malam Hari

Ilustrasi tawuran pelajar tewas
ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Tawuran pelajar yang terjadi belakangan ini sekarang sulit ditebak. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bogor, Ajun Komisaris Besar Andy M. Dicky.

Dia mengatakan,  tawuran pelajar saat ini sulit ditebak. Dia merujuk pada dua kasus terbaru yang menyebabkan dua pelajar tewas, satu kritis, dan 16 ditangkapi.

Dicky mengatakan, dua kejadian tawuran, masing-masing antar pelajar setingkat SMP dan SMA, tersebut gagal diantisipasi karena tren sudah berubah. Biasanya, dia mengatakan, tawuran pelajar terjadi pada waktu pulang sekolah. Tapi belakangan terjadi pada sore hingga malam.

“Dan mereka biasanya sudah melepas baju seragamnya jadi sulit membedakannya antara pelajar dan orang biasa,” kata Dicky, Senin 17 September 2018.

Baca Juga :  Soal Efek MBG, Kemenkes: Belum Ada Angka yang Bisa Disampaikan

Menurut Dicky, fenomena pelajar saat ini khususnya di Kabupaten Bogor, sudah bergeser. Dari awalnya berkompetisi dalam dunia akademis kini kompetisi berubah menjadi saling adu kekuatan antar sekolah.

“Kalau para anak ini sekolah bawa sajam, kan niatnya sudah tidak sekolah tapi urakan. Ini perlu penanganan bersama,” kata Dicky.

Kepolisian Resor Bogor akan membahas persoalan perubahan fenomena itu bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Dicky berharap ada langkah tegas yang bisa diambil, misalnya pencabutan izin sekolah oleh dinas. “Rencananya Rabu besok kami akan bahas ini,” kata Dicky.

www.tempo.co

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.