JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Aksi Mogok GTT PTT Wonogiri Berakhir, Polisi Masih Jadi Guru Dadakan

Anggota Polsek Jatipurno mengajar di SDN 2 Balepanjang, Kecamatan Jatipurno.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Anggota Polsek Jatipurno mengajar di SDN 2 Balepanjang, Kecamatan Jatipurno.

WONOGIRI-Aksi mogok mengajar serentak para guru tidak tetap pegawai tidak tetap (GTT PTT) Wonogiri akhirnya berakhir lebih cepat dari rencana semula. Sementara itu para polisi masih menjalani profesi dadakan sebagai guru.

Untuk diketahui, aksi mogok rencananya digelar dari 8 Oktober hingga 31 Oktober, atau selama selama 21 hari. Namun Ketua Forum GTT/PTT Wonogiri, Sunti Sari mengatakan, pihaknya mengakhiri aksi mogok mengajar. Pasalnya tuntutan mereka telah didengar oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Begini Cara Memastikan Hewan Layak Kurban, Dilaksanakan Dislapernak Wonogiri Dengan Menggelar Pemeriksaan 3 Tahap

Menurut dia pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah turun ke Wonogiri.

Kedatangan pihak Kemendikbud ke Wonogiri menurut dia mengindikasikan aspirasi mereka sudah didengar oleh pemerintah pusat. Tapi pihaknya menegaskan, masih menunggu perkembangan situasi selama sekitar empat hari ke depan.

“Kami menunggu empat hari dulu. Mungkin saja kami ikut aksi mogok mengajar secara nasional, 15 Oktober mendatang,” tegas dia.

Dia mengungkapkan, ada sekitar 5.150 orang GTT/PTT di Wonogiri. Lebih dari separuhnya sudah berusia di atas 35 tahun, secara otomatis tidak bisa mengikuti perekrutan CPNS karena terkendala peraturan mengenai batasan usia.

Baca Juga :  Pengiriman Hewan Kurban dari Wonogiri ke Jabodetabek Anjlok 50 Persen, Ini Penyebabnya

Sementara itu Polmas Kelurahan Balepanjang Kecamatan Jatipurno, Aiptu Mustafa SA mengajar di SDN 2 Balepanjang. Pasalnya GTT masih melaksanakan cuti bersama.

Kapolsek Jatipurno Iptu Edi Hanranta menunjuk anggotanya untuk membantu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu tujuannya, anak-anak dapat belajar sehingga tidak ada jam pelajaran yang kosong. Aris Arianto