loading...
Loading...
Salah satu tersangka pengedar upal yang ditangkap Polsek Tangen dan BB upal yang diamankan. Foto kolase/Wardoyo

 

SRAGEN- Aksi dua pemuda pengedar uang palsu asal Solo yang ditangkap Polsek Tangen, terbilang cukup licik. Selain memilih toko yang jarang dijamah, mereka juga menjalankan modus penyamaran untuk menghilangkan jejak.

“Mereka itu julik. Mobilnya sengaja menggunakan dua pelat nomor. Yang satu asli kemudian ditutup pakai nomor palsu depannya B. Hanya ditumpuk dan ditutup selotip. Ketika beraksi pakai pelat palsu agar tak mudah dikenali,” papar Kapolsek Tangen, AKP Sartu, Jumat (5/10/2018).

Baca Juga :  Polemik PTSL Kembali Muncul di Sragen. Warga Katelan Tangen Tuding Biaya Rp 700.000 Tak Transparan, Panitia Klaim Peserta Sangat Puas Sampai Syukuran! 

Kapolsek menguraikan tersangka yang diketahui berdomisili di Solo itu terdeteksi setelah beraksi membelanjakan uangnya di sebuah toko di Ngrejeng, Ngrampal. Mereka berangkat dari Solo kemudian menyisir ke ring road utara untuk membelanjakan uang palsunya.

Pelaku mengaku membeli upal dari seseorang. Modusnya setiap Rp 100.000 uang asli dibelikan dapat Rp 400.000 uang palsu. Uang yang dipalsukan pecahan 50ribuan semua.

Kedua pemuda yang diketahui berasal dari Solo itu ditangkap saat mengemudi di mobil Calya warna putih.

Baca Juga :  Diwarnai Tangis Haru, Almarhum Bripka Kurniawan Dimakamkan dengan Prosesi Upacara Kedinasan. Almarhum Tinggalkan 3 Putra Masih Kecil 

Menurut Kapolsek, kedua tersangka diamankan dengan barang bukti mobil Calya yang digunakan untuk keliling, uang palsu sebanyak Rp 1,6 juta pecahan 50ribuan, gula 48 kg dan teh empat pres hasil belanjaan.

“Saat ini pemeriksaan masih berlanjut oleh tim kami. Modusnya mereka membelanjakan uang palsu itu ke toko agar dapat kembalian uang asli,” terang Kapolsek. Wardoyo

 

Loading...