loading...
Loading...
Triawati

SOLO– Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta memusnahkan belasan pucuk senjata api atas kasus yang telah berkekuatan hukum tetap (incraht) di halaman Kantor Kejari, Senin (22/10/2018). Pemusnahan BB tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kejari Surakarta Teguh Subroto, juga dihadiri sejumlah anggota Mupida antara lain Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudatmo, Kepala Polresta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf. Ali Akhwan, Keala Rutan Surakarta M. Ulin Nuha, dan sejumlah stakeholder terkait.

Pemusnahan senjata api dilakukan dengan cara digergaji mesin, serta ribuan butir amunisi dimasukan kotak baja yang kemudian dibakar. Menurut Kepala Kejari Surakarta Teguh Subroto, kegiatan pemusnahan sejumlah barang bukti tersebut antara lain sebanyak 17 pucuk senjata api bersama 1.124 butir amunisi.

Baca Juga :  Butuh Mebel Murah? Kimkas Gelar Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari Solo, Diskonnya Hingga 80 Persen

“Barang yang dimusnahkan sebanyak 17 pucuk senjata api bersama dan 1.124 butir amunisi itu, merupakan barang bukti hasil tindak pidana penyelendupan dan kepemilikan tanpa izin. Semua barang bukti yang dimusnahkan tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan, dan terpidana sedang menjalani proses hukuman,” ungkapnya.

Terpidana kasus senpi itu, antara lain Rudy Hartono alias Rudy Kasogi (43) warga Permata Harjamukti Blok L1 No.5 Kecapi Cirebon Jawa Barat, Pilihanto alias Aan (30) warga Gedong Pasar rebu Jakarta, dan Irwan Setyanto (33) warga Yosodipuro, Banjarsari Solo.

Di sisi lain, Kejari Surakarta juga memusnahkan sejumlah barang bukti lainnya antara lain narkotikan jenis sabu-sabu seberat 252,974 gram, 10 timbangan digital, 22 alat bong, 35 buah handphone seluler, 10 buah korek api, delapan kartu ATM, 18 buah celana, jaket, dan baju.

Baca Juga :  Dampak Bom Bunuh Diri Medan, Polresta Solo Antisipasi Dengan Bina Puluhan Ojol

Bahkan, barang bukti lain yang dimusnahkan termasuk alat alat untuk judi di dua lokasi di Solo, minuman yang memabukan jenis ciu sebanyak empat jerigen dan 180 botol ukuran 600 mm serta 62 botol minuman anggur merah.

“Kami juga telah disetorkan ke kas negara, uang rampasan barang bukti sejak Januari hingga April 2018 sebanyak Rp9,454 juta, pada April hingga Oktober Rp8,721 juta, serta tindak pidana pencucian uang Janurai-Oktober, senilai Rp218 juta, sehingga totalnya Rp237,125 juta,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...