loading...
Loading...
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat melantik jajaran Kasek SD dan SMP di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (8/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kembali merombak jajaran pejabat kepala sekolah di lingkungan dinas pendidikan. Kali ini, sebanyak 75 kepala SD, SMP dan pengawas mendapat giliran dimutasi, dilengser hingga promosi.

Total ada 75 yang dilantik di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (8/10/2018). Bupati mengungkapkan dari jumlah itu, ada 7 yang promosi menjadi Kasek SMP, lalu 68 orang Kasek dimutasi. Rinciannya 17 Kasek SMP, 47 Kasek SD dan 4 pengawas TK SD.

Saat memberi sambutan, bupati menyampaikan mereka yang dilantik sudah melalui evaluasi kinerja dan dipanggil tatap muka satu persatu.

Ia juga blak-blakan mengungkap saat melakukan sesi wawancara soal komitmen, jawaban para Kasek itu beragam.

“Ternyata kalau Bupati minta komitmennya jawabane ya dengah-dengah ngono kae. Saya memang sampaikan apa adanya. Saya katakan kalau anda saya angkat kepala sekolah apa yang akan anda berikan kepada saya,” papar Bupati di hadapan puluhan pejabat teras dan Kasek yang dilantik.

Baca Juga :  Bupati Sragen Mengaku Selalu Was-Was Jika Terima Stopmap Bertanda Silang 3 dari Inspektorat. Apa Isinya? 

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu kemudian menggambarkan situasi saat dirinya mewawancara beberapa kandidat.

“Malam-malam, hanya berdua, serius, saya hanya siap-siap saja. Kalau Kepala Sekolah ini punya kepribadian yang kurang baik secara etika dan moral tentu akan menjawab Ibuk ngersakke napa. Kalau ngersakke arta pinten. Kalau berani menjawab seperti itu saja, sudah pasti kopi di meja saya, saya lempar ke mukanya,” paparnya.

Kemudian, Bupati juga mengungkap ada jawaban Kasek yang hanya senyum-senyum saat ditanya soal komitmen. Ada pula yang menjawab klise dengan siap bekerja sebaik-baiknya.

Baca Juga :  Begini Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Tabrak Lari Yang Tewaskan Polisi Sragen Bripka Kurniawan. Berawal Cari Alamat Lalu.... 

Lantas ada yang sudah berpengalaman, menjawab dengan jawaban tidak punya apa-apa yang dipunyai hanya nawaitu akan bekerja sebaik-baiknya.

Meski menjawab seperti itu, ia mengaku bisa membaca secara psikologis apakah jawaban para kandidat Kasek hanya klise atau benar tulus dari hati.

“Saya bisa membaca dari gesture badan. Jangan lupa, saya adalah dokter, saya belajar psikologi. Suami saya psikiater. Jadi saya bisa  membaca apabila ada yang coba-coba membohongi saya dengan jawaban klise,” tandasnya.

Di bagian akhir, bupati meminta agar para Kasek yang dilantik bisa mengemban amanah dan meningkatkan kualitas pendidikan maupun anak didik di Sragen. Sebab ia sangat berharap di tangan para Kasek, harapan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sragen bisa terwujud. Wardoyo

 

 

Loading...